JAKARTA – Konfederasi serikat pekerja/serikat buruh Indonesia, mengumumkan peringatan Mayday yang biasanya diselenggarakan pada tanggal 1 Mei, pada tahun ini akan digeser ke tanggal 14 Mei.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan kemungkinan malam takbiran jatuh pada tanggal 1 Mei, sehingga perayaan hari Buruh Internasional itu digeser.
“Mayday tahun 2022 akan digeser, dari 1 May 2022 menjadi tanggal 14 Mei 2022. Karena pada tanggal satu Mei kemungkinan malam takbiran, sehingga akan digeser oleh para buruh dan lainnya pada 14 Mei 2022 untuk merayakan May Day atau hari Buruh Internasional,” kata Said Iqbal pada konferensi pers, Selasa (12/4/2022).
Dalam aksinya mereka menuntut agar pemerintah menurunkan harga bahan-bahan pokok dan menolak kenaikan pertalite dan gas elpiji 3 kg.
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal menyebut sejumlah organisasi buruh yang akan hadir di antaranya ORI KSPSI, KSPI, KPBI, KSBSI, SPI, dan 60 federasi serikat pekerja tingkat nasional serta forum guru honorer, konsorsoum miskin kota (UPC), JALA PRT, buruh migran, dan ojol.
Massa aksi buruh dan elemen yang lainnya berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang.
Said mengatakan dalam aksi yang rencananya akan digelar di bundaran HI akan menyuarakan 2 tuntutan.
Seruan pertama pertama menurunkan harga bahan-bahan pokok minyak goreng, daging, tepung dan lainya serta menolak kenaikan BBM Pertalite dan elpiji 3 Kg.
“Karena selama 3 tahun, upah minimum riil buruh tidak pernah naik dan daya beli buruh merosot tajam sebesar 30 persen. Sehingga kenaikan harga bahan pokok, BBM, elpiji 3 Kg akan mencekik buruh dan rakyat kecil,” kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis yang di terima CIN pada, Minggu (1/5/2022).
Dia menjelaskan tuntutan kedua ialah penolakan omnibus law UU Cipta kerja. Jika Pemerintah dan DPR memaksakan membahas kembali UU Cipta Kerja.
Maka bisa dipastikan Partai Buruh serta elemen serikat buruh dan organisasi kemasyarakatan yang lain akan melakukan mogok nasional.”Mogok nasional yang diikuti jutaan kaum buruh,” tegasnya.

