JAKARTA — anggota Komisi IV DPR-RI, Saadiah Uluputty. Dia menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menipu warga Maluku, karena hal itu adalah janji Jokowi.
Hal itu dikatakannya merespon Pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Wahyu Trenggono soal anggaran proyek Lumbung Ikan Nasional (LIN) tak ada langsung direspon oleh
Dalam rapat bersama dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (23/03), Menteri KKP, menyebut proyek LIN yang masuk 3 Wilayah Pengelola Perikanan (WPP) di Maluku tidak ada anggarannya. Selain itu keberadaannya dipersoalkan karena antara hulu dan hilir tidak integritat.
Menyikapi pernyataan Menteri itu, legislator asal Maluku ini tidak terima dan menyampaikan protes kerasnya, ia menyebut Proyek LIN di Maluku merupakan program pemerintah semenjak 2016, dimana janji presiden dan menteri saat melakukan sejumlah kunjungan di Maluku akan membangun Brand Tracking LIN di Maluku pada November 2017.
“Tidak ada alasan tidak ada uang, ini soal janji presiden saat wara wiri di Maluku sejak 2016, dimana presiden berjanji akan membangun Brand Tracking pada November 2017, lalu sekarang dikatakan duit tidak ada kami tidak akan terima,” tegas Uluputty dalam rapat bersama yang disiarkan melalui media social DPR RI itu.
Politisi PKS itu menyampaikan protes kerasnya dengan menyebut pemerintah telah membohongi masyarakat Maluku, dan tidak ada perlakuan adil bagi Maluku. Kata dia, sudah bertahun-tahun 3 WPP ada di Maluku tidak direalisasikan dan kontribusi tertinggi sebanyak 37 persen untuk negara ini. Padahal kata dia, untuk membangun kereta api di Bandung dan membangun ibu kota negara bisa, sementara untuk merealisasikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional pemerintah kehabisan anggaran.
“Kalau hari ini bilang tidak ada uang waduh kami benar-benar ditipu, ini pembohongan besar. Enak saja bilang tidak ada uang. Mana presdien itu, mana menteri marves itu, kami tidak bisa terima model ini,” ujarnya.

