JAKARTA — Ketua Dewan Pertimbangan Presiden era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Emil Salim mengaku heran dengan kinerja Menteri Perdagangan M. Lutfi yang tidak cekatan menyelesaikan persoalan minyak goreng.
Pasalnya, Emil melihat bahwa persoalan kelangkaan minyak goreng yang dirangkai dengan kenaikan harga baru bisa diselesaikan ketika ada intervensi dari Presiden Joko Widodo.
Solusi yang ditetapkan pemerintah atas permasalahan ini yakni dengan memberikan subsidi untuk minyak goreng curah melalui skema pendanaan kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Kebijakan tersebut diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto seusai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2022).
Melalui akun Twitter-nya, Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemberian subsidi harga minyak goreng curah yang diputuskan sebesar Rp 14.000 per liter dilakukan dengan memperhatikan kondisi yang berkembang di tingkat global.
“Memperhatikan kenaikan harga komoditas minyak nabati, termasuk minyak kelapa sawit global, pemerintah memutuskan untuk mensubsidi harga minyak kelapa sawit curah,” ujar Jokowi dikutip Rabu (16/3/2022).
Selain itu, Jokowi juga memastikan langkah Pemerintah yang akan terus memperhatikan dengan sungguh-sungguh ketersediaan dan distribusi minyak goreng di pasaran.
Menurut Emil, persoalan minyak goreng sudah 6 bulan berlalu, dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum berhasil turunkan harga minyak goreng.
“Sudah begitu sulitkah mengatur perdagangan minyak goreng sehingga perlu intervensi Presiden?” demikian Emil Salim menyampaikan melalui akun Twitter-nya.

