JAKARTA — Softbank Jepang dikabarkan mundur dari rencananya berinvestasi dalam proyek Ibukota Negara (IKN) Indonesia di Kalimantan Timur. Keputusan itu disampaikan pada Jumat (11/3).
Kabar tersebut dikutip sejumlah media, namun sejauh ini belum ada konfirmasi atau pernyataan pemerintah mengenai hal tersebut.
Dikabarkan, peutusan tersebut menjadi Breaking News di media terkemuka Jepang, Nikkei. “BREAKING! SoftBank pulls out of Indonesia’s new capital project,” demikian ditulis Nikkei di akun twitternya, Jumat (11/3).
Keputusan korporasi terkemuka Jepang yang dipimpin Masayoshi Son itu dinilai cukup mengejutkan. Pasalnya dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi pada 10 Januari 2020 lalu, Masayoshi Son ditunjuk Jokowi menjadi anggota komite pengarah di proyek Ibu Kota Negara (IKN).
Pertemuan di Veranda Talk Istana Negara itu, juga diikuti mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Dia juga ditunjuk Jokowi menjadi anggota komite pengarah proyek IKN.
Masayoshi Son, usai pertemuan dengan Jokowi menjelaskan telah mendiskusikan konsep yang akan diterapkan dalam membangun ibu kota. Seperti menjadikan wilayah itu sebagai kota pintar, hijau hingga teknologi. Dia menegaskan belum membahas terkait total angka investasi nanti.
Sebelumnya, pada 2020 lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengklaim SoftBank berminat menyuntik dana segar untuk pembangunan IKN mencapai US$ 100 miliar. Pemerintah bahkan telah menunjuk CEO Softbank Mayoshi Son sebagai Ketua Dewan Pengarah IKN.
Presiden Joko Widodo telah menunjuk Bambang Sumantono sebagai Kepala Otorita dan Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala Otorita IKN.

