YOGYAKARTA – Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer ke arah barat daya.
Awan panas guguran kembali meluncur Senin (07/03) malam, pada pukul 20.39 Wib. Tercatat di seismogram, Awan Panas Guguran tersebut dengan amplitudo 34 milimetsr dan berdurasi 158 detik.
Hingga kini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Merapi pada Level III (Siaga)
BPPTKG Yogyakarta mengamati awan panas guguran meluncur dengan jarak luncur 2 kilometer ke arah barat daya. Sementara dari pengamatam sejak pukul 12.00 – 18.00 Wib, Gunung Merapi secara visual berkabut, dan asap kawah tidak teramati.
Data kegempaan menunjukkan gempa Guguran terjadi 31 kali, Hembusan 1 kali dan Hybrid/ Fase Banyak 1 kali. Hingga kini BPPTKG Yogyakarta masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

