JAKARTA — Warga Kampung Sarakan, Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang mengeluhkan munculnya aroma bau menyengat dari limbah oli yang mencemari sungai di kawasan itu.
Belum diketahui dari mana asal limbah oli tersebut. Namun warga mengeluhkan aroma yang membuat mereka pusing dan mual. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar dua bulan dan belum ada penanganan.
Kepala Desa Pisangan Jaya, Muhamad Hotib mengaku, banyak aduan masyarakat yang mengeluhkan aroma bau oli tersebut. Diantaranya, warga Kampung Sarakan, Perumahan Peramata Sepatan, Geriya Sepatan, Kampung Bubulak dan Kampung Bendungan, Desa Pisangan Jaya.
Ia mengharapkan Pemda Kabupaten Tangerang segera melakukan pengecekan. Bila terbukti terjadi pencemaran semestinya pihak yang bertanggungjawab, baik perorangan maupun perusahaan, dijatuhi sanksi tegas.
“Memang sudah banyak sekali warga yang mengeluhkan aroma tersebut. Bahkan, semalam banyak sekali warga yang datang dan menelpon saya karena mengeluhkan aroma itu. Saya rasa aroma itu ditimbulkan dari Sungai Cirarab, kemungkinan limbahnya dibuang ke sana,” kata dia.
Daman Huri warga kampung Sarakan dikutip media mengatakan bahwa aroma bau oli itu sangat menganggu aktivitas warga setempat. Dirinya khawatir aroma itu bisa menimbulkan penyakit dalam pada saluran pernafasan. Pasalnya, warga setiap hari menghirup aroma bau tersebut.
Dia berharap pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bisa segera bergerak untuk melakukan pengecekan dan mencari sumber bau yang sudah meresahkan masyarakat.
“Sepertinya aroma itu ditimbulkan oleh salah satu pabrik oli, karena aroma yang ditimbulkan mengeluarkan bau oli yang busuk, kami berharap pemerintah bisa bergerak cepat,” pintanya.

