JAKARTA — Anggota Komisi IV DPR RI Slamet meminta pemerintah memberikan perhatian serius mengenai peningkatan sampah plastik, terutama limbah medis, yang dalam lima tahun terakhir mencapai 379,34 juta ton. Setiap tahun rata-rata terjadi peningkatan limbah plastik sebanyak 75 juta ton lebih.
Politisi PKS itu menegaskan, masalah ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Kementrian Lingkungan Hidup, mengingat kemampuan mengolah sampah masih di bawah 50 persen setiap tahunnya.
“Selain itu ancaman dari limbah medis yang bersumber dari penanganan pandemic Covid-19 juga terus mengalami lonjakan menurut data Kementerian kesehatan tahun lalu. Timbunan limbah B3 dari Fasilitas Layanan Kesehatan (Fayankes) mencapai 920.224 kg/hari,” ujar Slamet dalam keterangannya.
Dikutip dari laman resmi dpr.go.id, Slamet menyatakan, minimnya alokasi anggaran pada Ditjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 sebesar Rp264 miliar pada tahun 2022 tidak mencerminkan sikap responsif pemerintah terhadap peningkatan limbah sampah Covid-19 khususnya dan pengelolaan pencemaran sampah pada umumnya. “Di sisi yang lain pemerintah daerah juga kewalahan dalam penyediaan anggaran pengelolaan sampah akibat refocusing anggaran untuk penanganan pandemic Covid-19,” tuturnya.
Slamet mengatakan, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah melalui pemilahan dan mekanisme 3R. “Selain itu pemerintah daerah dan masyarakat harus bersama mendorong pengarusutamaan ekonomi sirkular dari pengelolaan sampah sehingga memberikan sebuah perspektif baru pengelolaan sampah yaitu menghasilkan uang,” pungkas legislator dapil Jawa Barat IV tersebut.

