SEMARANG — Jaringan Masyarakat Sipil Jawa Tengah yang tergabung dalam Internaisonal Women Day (IWD) Semarang, menyatakan sikap
Mengecam keras tindakan represifitas aparat kepolisian kepada warga wadas yang masih berlangsung hingga hari ini.
Pernyataan sikap tersebut terkait adanya tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, aparat kepolisian, dan TNI mendatangi Desa Wadas pada, Selasa (1/3/2022). Tim disebut mencopoti banner penolakan warga di sepanjang jalan di sekitar kantor desa.
Baca juga :
Aparat Mencopoti Banner Penolakan Warga di Sepanjang Jalan di Sekitar Kantor Desa Wadas
Dikawal Aparat, PT GKP Menerobos Lahan Milik Warga Penolak Tambang di Pulau Wawonii
ICW Meminta Divpropam Polri segera Memeriksa Penyidik Polres Cirebon
Dalam pernyataan tersebut, IWD menilai Permintaan maaf Pemerintah provinsi Jawa Tengah adalah omong kosong. Dan proses pemeriksaan terhadap personil kepolisian yang melakukan tindak kekerasan terhadap warga wadas hanyalah sandiwara.
Dan IWD Semarang pun menuntut Pemerintah mencabut IPL dan menyetop Proyek Strategis yang di nilai sebagai tindakan Oligarki.
“Hidup Perempuan yang Melawan. Cabut IPL dan Stop Proyek Strategis Oligarki,'” tegas IWD Semarang.


[…] IWD Semarang Mengecam Tindakan Represifitas Aparat Terhadap Warga Wadas Yang Masih Berlangsung […]
SukaSuka