Perdana Menteri Inggris Mengklaim Bahwa Rusia Merencanakan Perang Terbesar

LONDON — Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengklaim bahwa sejumlah bukti menunjukkan Rusia sedang merencanakan perang terbesar di Eropa sejak 1945.

“Semua tandanya adalah bahwa rencana itu dalam beberapa hal telah dimulai,” kata Johnson dikutip dari BBC pada Minggu (20/2).

Menurut temuan intelijen Inggris, Rusia bermaksud meluncurkan invasi yang akan mengepung ibukota Ukraina, Kyiv.

“Orang-orang perlu memahami biaya yang harus ditanggung dalam kehidupan manusia,” ujar dia.

Perkiraan terbaru pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa antara 169.000 dan 190.000 tentara Rusia ditempatkan di sepanjang perbatasan Ukraina. Angka ini juga termasuk pemberontak di Ukraina timur.

Johnson juga mengindikasikan bahwa Inggris akan memberikan sanksi yang lebih luas terhadap Rusia, dari pada yang telah dilakukan sebelumnya.

Dia mengatakan Inggris dan AS akan menghentikan perusahaan Rusia “berdagang dalam pound dan dolar”, sebuah langkah yang dia yakini akan “sangat terpukul” dampaknya.

Sanksi sebelumnya yang disarankan oleh para menteri termasuk memperluas jangkauan orang Rusia dan bisnis yang bisa ditargetkan Inggris.

Pejabat Barat telah memperingatkan dalam beberapa pekan terakhir bahwa Rusia dapat bersiap untuk menyerang kapan saja, tetapi Rusia membantah klaim tersebut, dengan mengatakan pasukan sedang melakukan latihan militer di perbatasan.

Ditanya apakah invasi Rusia masih dianggap akan segera terjadi, Johnson berkata, “Saya khawatir itulah yang ditunjukkan oleh bukti, tidak ada gunanya.”

“Faktanya adalah bahwa semua tandanya adalah bahwa rencana itu dalam beberapa hal telah dimulai,” imbuh dia.

“Saya takut untuk mengatakan bahwa rencana yang kita lihat adalah untuk sesuatu yang bisa menjadi perang terbesar di Eropa sejak 1945 hanya dalam skala besar,” sambung perdana menteri.

Johnson berbicara setelah bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan mengatakan kepada para pemimpin dunia dalam pidatonya, bahwa setiap invasi ke Ukraina oleh Rusia akan “bergema di seluruh dunia”.

Tinggalkan komentar