JAKARTA — Puluhan ribu pasukan Rusia dan Belarusia di dekat perbatasan Ukraina. Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memperingatkan Eropa dalam situasi bahaya terkait hal ini.
Sekertaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan bahwa NATO sedang mempertimbangkan kemungkinan pengerahan kelompok tempur di Rumania dekat Laut Hitam.
“Ini merupakan saat yang berbahaya bagi keamanan Eropa. Jumlah pasukan Rusia meningkat. Waktu peringatan untuk kemungkinan serangan akan berkurang,” kata Sekjen NATO Jens Stoltenberg, dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Borris Johnson, di Brussel, Belgia, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/2/2022).
“Kami sekarang juga mencari tahu apakah kami harus memiliki perubahan jangka panjang dalam postur kami di bagian timur aliansi. Hari ini kami memiliki kelompok pertempuran di negara-negara Baltik dan Polandia. Inggris memimpin kelompok pertempuran di Estonia tetapi juga meningkatkan kehadirannya di Polandia tetapi sekarang kami sedang mempertimbangkan untuk memiliki kelompok pertempuran serupa misalnya di wilayah Laut Hitam di Rumania,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia menegaskan NATO siap dengan segala kemungkinan yang terjadi di tengah meningkatnya potensi serangan ke Ukraina.
“NATO bukanlah ancaman bagi Rusia, tapi kita harus bersiap untuk kemungkinan terburuk sambil tetap berkomitmen kuat mengupayakan solusi politik,” katanya.
Sebelumnya, parlemen Inggris mengatakan bahwa militer Inggris akan menyiapkan 1.000 prajurit tambahan untuk mendukung sayap timur NATO untuk menghadapi potensi pecahnya pertempuran di perbatasan Ukraina-Rusia.

