Bendungan Bener dan Eskalasi Konfliknya

PURWOREJO – Pengukuran tanah di Desa Wadas, Purworejo, calon lokasi tambang terbuka atau kuari untuk mendukung proyek Bendungan Bener diwarnai kericuhan antara aparat dengan warga. Lalu, apa itu proyek Bendungan Bener?

Proyek Bendungan Bener merupakan proyek yang dipegang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pimpinan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Rencana konstruksi proyek bendungan telah dimulai sejak 2018 dan direncanakan selesai pada 2023 mendatang.

Melansir laman Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) pada, Rabu (9/2/2022), Bendungan Bener atau Waduk Bener adalah waduk yang berada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Letak Bendungan Bener . Sumber: BBWS Serayu Opak.

Bendungan ini direncanakan akan mengairi lahan sawah seluas 15.069 hektare. Hal ini sesuai dengan program pemerintah untuk memperbanyak waduk guna mendukung proyek ketahanan pangan.

Keberadaan Waduk Bener diharapkan dapat mengurangi debit banjir sebesar 210 meter kubik per detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 1,60 meter kubik per detik, dan menghasilkan listrik sebesar 6 MW. Sumber air Waduk Bener berasal dari Sungai Bogowonto, salah satu sungai besar di Jawa Tengah.

Nama Waduk Bener diambil dari lokasinya yang berada di Kecamatan Bener, Purworejo. Proyek ini berada sejauh sekitar 8,5 kilometer dari pusat kota Purworejo. Bendungan Bener merupakan proyek yang didanai langsung APBN lewat Kementerian PUPR.

Pemilik proyek Waduk Bener ini adalah Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak yang berada di bawah Ditjen Sumber Daya Air PUPR. Proyek Waduk Bener digarap oleh tiga BUMN karya yakni PT Brantas Abipraya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Total investasi Waduk Bener mencapai Rp 2,06 triliun dan dengan kucuran dana dari APBN-APBD.

Pembangunan Bendungan Bener ini memerlukan tambang batuan andesit. Calon lokasi tambang di Desa Wadas.

Mengutip laman Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Dwi Purwantoro mengklaim pembangunan Bendungan Bener akan memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat.

“Wadas akan digali material batunya untuk pembangunan Bendungan Bener dengan melalui proses pengadaan tanah terlebih dahulu. Kemudian, masyarakat mendapat uang ganti kerugian dengan nilai yang melebihi harga pasaran. Kegiatan ini juga mendatangkan lapangan pencaharian baru pada saat pelaksanaan pengambilan material quarry,” katanya (27/4).

Bendungan Bener direncanakan memiliki kapasitas 100,94 m3 dan menyediakan pasokan air baku sebesar 1,60 m3/detik. Selain itu bendungan bener juga akan menghasilkan listrik sebesar 6,00 MegaWatt. Proyek Strategis Nasional ( PSN ) didesign sebagai yang tertinggi di Indonesia dengan membendung sungai Bogowonto di Desa Guntur, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara administratif genangan waduk berada dilokasi : Desa Limbangan, Desa Guntur, Desa Nglaris Kec. Bener, Kabupaten Purworejo, Desa Kemiri Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo, Desa Burat, Desa Bener, Desa Gadingrejo Kec. Kepil Kabupaten Wonosobo.

Pembangunan Bendungan Bener Merubah Bentang Alam

Berbagai penolakan dilakukan oleh masyarakat Purworejo. Sebab pembangunan bendungan ini berpotensi menyebabkan munculnya permasalahan sosial baru. Pembangunan bendungan juga menyebabkan perubahan lingkungan yang bisa berdampak langsung terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Terjadinya perubahan fungsi lahan pertanian menimbulkan dampak terhadap mata pencaharian masyarakat.

Pembangunan infrastruktur apapun dan dimanapun pasti akan berdampak langsung pada masyarakat. Mulai dari tahan pra-construction, dalam tahap ini dimulai dengan tahap design dan perencanaan, tahapannya paling lama, melibatkan banyak sumberdaya. Mulai dari studi kelayakan atau dikenal dengan feasibility study, kemudian baru di wacanakan dan seterusnya. Konflik dimulai pada saat wacana mulai diturunkan ke masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan tahap sosialisasi. Pada saat itu terjadi kegelisahan, keluhan dan pelaporan pada tataran masyarakat terdampak.

Menurut PP No. 51 Tahun 1993 Pasal 2 menerangkan bahwa pembangunan bendungan termasuk usaha atau kegiatan yang mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup, dikarenakan kegiatan pembangunan yaitu merubah bentuk lahan atau bentang alam, eksploitasi sumber daya air, lingkungan sosial dan budaya. Pembangunan bendungan termasuk dalam penerapan terknologi yang berpotensi mempengaruhi lingkungan hidup.

Dari pengertian PP tersebut dapat kita simpulkan bahwa setiap manfaat dari pembangunan pasti akan merubah aspek ekologi-sosial masyarakat.

Momentum pembangunan dicapai dengan pengorbanan (at the expense of) deteriosasi ekologis, penyusutan sumber daya alam, timbulnya kesenjangan sosial dan dependensi (pengertian garis kerasnya), haha. Coba kita lihat aspek yang mempengaruhi pembangunan Bendungan itu sendiri.

Mitigasi atau Transfer Risiko

Proyek pembangunan Bendungan Bener merupakan kegiatan yang melibatkan banyak sumberdaya dan stakeholder berupa tenaga kerja (manpower), peralatan konstruksi (machine), material (matrials), uang (money), dan metode (method).

Sasaran proyek dengan diselesaikannya konstruksi fisik bangunan dengan tepat biaya, tepat waktu, dan tepat mutu. Pada proses tersebut dapat terjadi hal-hal yang tidak diharapkan yang disebut sebagai risiko. mulai dari risiko politik, risiko kinerja, risiko ekonomi, risiko hukum dan kontrak atau aspek legal, risiko finansial, risiko sosial, dan risiko lingkungan.

Jadi, kesimpulannya risiko pasti akan ada dalam setiap pekerjaan dan dalam hal ini menjadi tanggung jawab semua stakeholder. Namun, dengan manajemen risiko kita dapat mengetahui mana risiko yang dapat di mitigasi, di transfer risiko atau bahkan menghilangkan risiko.

Menganalisis kemungkinan dampak lingkungan yang terjadi pada masa konstruksi bendungan, misal seberapa besar jumlah pohon yang ditebang dan solusi pengendaliannya. Menganalisis jumlah spesies alami lokasi bendungan sehingga dapat dilakukan perlindungan.

Seberapa besar dampak polusi udara yang diakibatkan pada saat konstruksi bendungan dengan waktu yang lama, moda transportasi yang digunakan untuk pengangkutan matrial yang sangat menganggu aktivitas warga juga harus di mitigasi sejak dini.

Menganalisis dampak pencemaran terhadap kualitas dan kuantitas air baku di daerah terdampak pembangunan, terutama pada saluran sungai Bogowonto. Jangan sampai warga masyarakat Purworejo mengalami kekeringan pada saat proses pengisian air Bendungan.

Hal tersebut harus di mitigasi dan di sosialisasikan sejak dini oleh para stakeholder agar tidak menjadikan permasalahan sosial-ekonomi baru di masyarakat Purworejo.

Menurut UU No. 7 /2004 tentang pengelolaan sumber daya air menerangkan bahwa keberadaan air di bumi harus dikelola secara baik dan berkelanjutan ( sustainable ). Dengan pembangunan Bendungan Bener ini diharapkan dapat memenuhi suplai air baku daerah sekitar. Bendungan Bener di rencanakan melayani area irigasi seluas 15.519 Ha yang terdiri dari :

  • Peningkatan Intensitas Pertanian Area Irigasi Eksisting seluas 13.579 Ha. Meliputi DI Guntur 326 Ha, DI Penungkulan 581 Ha, DI Kedungputri 4341 Ha, DI Boro 5126 Ha, DI Mranti 268 Ha, DI Jrakah 405 Ha, DI Loning 1142 Ha, DI Kragilan 1390 Ha. (sumber : BBWS Serayu Opak)
  • Pengembangan Daerah irigasi baru seluas 1940 Ha. 2. Suplai air baku untuk keperluan Rumah Tangga, Kota dan Industri (RKI) sebesar 1500 l/dt ke10 Kecamatan di Kab. Purworejo, Kec. Prembun, Bonorowo dan Mirit Kab. Kebumen, serta Kec. Kokap dan Kec. Temon di Kab.Kulon Progo. (sumber: BBWS Serayu Opak)

Setiap pembangunan pasti menyisakan dampak, manfaat dan tujuan yang akan dicapai. Untuk itu manajemen risiko menjadi hal pokok dalam pelaksanaan pembangunan Bendungan.

Nantinya, Apakah dalam pembangunan Bendungan Bener tersebut manfaat yang akan didapatkan masyarakat Purworejo seperti pada tujuan perencanaan, atau malah dampaknya yang akan lebih banyak menyisakan persoalan ekologi-sosial-ekonomi lebih besar untuk masyarakat Purworejo? Kita tunggu kabar selanjutnya. (ibn)

Sumber : Dari berbagai sumber

Tinggalkan komentar