Jurnalis di Kendari Dianiaya Satpol PP Saat Liput Demo Penolakan Anak Gubernur Jadi Ketua HIPMI Sultra

KENDARI – Demonstrasi tolak anak Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi, Alvian Taufan Putra jadi Calon Ketua Hipmi berlangsung ricuh.
Puluhan mahasiswa terlibat bentrokan dengan Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP dan kepolisian, imbasnya seorang jurnalis JPNN juga ikut dianiaya.

Diketahui, anak Gubernur Sultra, Alvian Taufan Putra menjadi calon tunggal Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Hipmi Sultra.

Alvina Taufan Putra mengalahkan Dirga Mubarak sebagai dalam verifikasi berkas yang dilakukan panitia pemilihan.

Sejumlah mahasiswa pun mempertanyakan keputusan panitia tersebut, mereka menduga tahapan seleksi ini diintervensi Gubernur Ali Mazi.

Demonstrasi berlangsung di depan Rumah Jabatan atau Rujab Gubernur Sultra, Jl Taman Suropati, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, pada Kamis (10/2/2022) siang.

Kericuhan bermula saat pendemo hendak membakar ban bekas, namun, dihalangi puluhan Satpol PP.
Kericuhan pun terjadi, mahasiswa dan Satpol PP Sultra saling tarik-menarik ban bekas.

Sejumlah wartawan yang meliput demonstrasi itu, berupaya mengambil gambar kericuhan.

Namun, seorang jurnalis bernama La Ode Deden Saputra dari JPNN mengalami kekerasan.

“Tangan saya dipukul Satpol PP saat ambil gambar, HP yang saya pakai ambil video jatuh dan retak,” kata Deden usai demonstrasi berlangsung.

Saat akan mengambil handphonenya yang jatuh, Deden kembali didorong oleh Satpol PP dan seorang polisi diduga ikut memukul.
Deden mengaku, usai kejadian itu, tangan dan kepalanya terasa sakit.

Tinggalkan komentar