Jakarta — Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf menjadi perbincangan di jagat maya Twitter. Terkait pernyataannya yang kontroversi dan menuai kritik dari WargaNet.
“PBNU tidak boleh harus ikut Saudi, harus ikut Emirat, harus ikut Mesir, atau Yaman. Tak harus ikut mana-mana. Kita harus mandiri dalam wawasan keagamaan, karena kita punya mandat peradaban,”cuit akun pribadi media sosial Yahya Cholil Staquf dalam cuitan @yahyaCsatquf yang di kutip CIN pada, Senin (17/1).
Otomatis pernyataan tersebut di banjiri kritik dari warganet. Seperti komentar salah satu akun @mamiennie yang mengatakan PBNU membuat agama sendiri, nabi sendiri dan kitab sendiri.
“Bikin agama pbnu, kitab pbnu, nabi pbnu. Pas udah. Ngapain ikut ikut negara timur tengah. Makinoleng yg dibawah. Coba munculkan mandat peradabannya. Kayak apa?,”ujar akun @mamiennie.
Dari pantauan, salah satu akun @edi_muchlis yang mengomentari dengan unggahan video ceramah yang mengatakan tidak ada keristen Indonesia yang menjelek-jelekkan keristen Vatikan, belum ada Hindu indonesia yang menjelek-jelekkan Hindu India, sementara Islam nusantara selalu menjelek-jelekan Islam Arab.
Sampai dengan di terbitkannya berita ini, cuitan @yahyaCsatquf tersebut di like sebanyak 5.852.

