Mayor Jendral TNI Untung Budiharto Resmi Menjabat Pangdam Jaya

Mayor Jendral TNI Untung Budiharto.

JAKARTA — Mayor Jendral TNI Untung Budiharto resmi menjabat Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya). Dia menggantikan Mayjen TNI Mulyo Aji, yang dipromosikan sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Seskemenko Polhukam).

Upacara serah terima jabatan Pangdam Jaya ini dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Upacara dilakukan di Aula Jenderal Besar A. H. Nasution, Markas Besar TNI AD, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2022).

Serah-terima jabatan Pangdam Jaya ditandai dengan pelepasan dan penyematan tanda jabatan. Kemudian dilakukan penyerahan tongkat komando dari Mulyo Aji kepada Untung.

Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan penyerahan Pataka. Dudung kemudian menandatangani berita acara serah-terima jabatan Pangdam Jaya dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana. Acara ini dihadiri pejabat utama TNI AD, di antaranya Wakasad, Irjenad Kasad, Koorsahli Kasad, Danpuspomad, Danpusenif dan para pejabat militer jajaran TNI AD.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengganti perwira tinggi TNI AD yang mengisi jabatan Pangdam Jaya dari Mayjen Mulyo Aji ke Mayjen Untung Budiharto. Mayjen Mulyo Aji mendapat promosi menduduki job bintang tiga sebagai Seskemenko Polhukam.

“Betul,” ujar Andika soal mutasi Pangdam Jaya, dikutip dari Detikcom, Kamis (6/1/2022) lalu.

Mutasi Pangdam Jaya ini tertuang dalam Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/5/I/2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Surat keputusan tersebut diteken Kepala Setum TNI Brigjen Edy Rochmatullah pada Selasa (4/1).

Pengangkatan Mayjen TNI Untung Budiharto sebagai Pangdam Jaya tidaklah mulus, kritik maupun kecaman muncul dari kalangan pegiat hak asasi manusia yang mengungkit kembali peran Untung dan kawan-kawan sebagai anggota “Tim Mawar” Kopassus yang terbukti menculik para aktivis prodemokrasi pada akhir 1990-an.

Apakah Tim Mawar?

Dilansir dari Wikipedia, Tim Mawar adalah sebuah tim kecil dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup IV, TNI AD yang dikomandoi oleh Mayor Inf Bambang Kristiono.

Tim ini adalah dalang dalam operasi penculikan para aktivis politik pro-demokrasi. Kasus penculikan ini menyeret 11 anggota tim mawar ke pengadilan mahkamah militer tinggi (Mahmilti) II pada bulan April 1999.

Saat itu Mahmilti II Jakarta yang diketuai Kolonel CHK Susanto memutus perkara nomor PUT.25-16/K-AD/MMT-II/IV/1999 yang memvonis Mayor Inf Bambang Kristiono (Komandan Tim Mawar) 22 bulan penjara dan memecatnya sebagai anggota TNI. Sedangkan Kapten Inf FS Multhazar (Wakil Komandan Tim Mawar), Kapten Inf Nugroho Sulistyo, Kapten Inf Yulius Selvanus dan Kapten Inf Untung Budiharto masing-masing divonis penjara selama 20 bulan dan pemecatan sebagai anggota TNI.

Namun, FS Multhazar, Nugroho Sulistyo, Yulius Selvanus dan Untung Budiharto mengajukan banding pada tahun 2000. Putusan banding pun menyatakan bahwa keempatnya tetap dihukum 2 tahun 6 bulan penjara, namun tanpa dikenakan sanksi pemecatan.

Sedangkan, 6 prajurit lainnya dihukum penjara tetapi tidak dikenai sanksi pemecatan sebagai anggota TNI. Mereka itu adalah Kapten Inf Dadang Hendra Yuda, Kapten Inf Djaka Budi Utama, Kapten Inf Fauka Noor Farid masing-masing dipenjara selama 18 bulan. Sementara Serka Sunaryo, Serka Sigit Sugianto dan Sertu Sukadi hanya dikenai hukuman penjara selama 12 bulan.

Dalam riwayat karirnya, Untung Budiharto pernah menjabat sebagai Komandan Yonif 733/Masariku dan sebelum menjabat sebagai Pangdam Jaya, dirinya menjabat sebagai

Kasdam I/Bukit Barisan, Direktur Operasi dan Latihan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Sekretaris Utama BNPT dan Staf Khusus Panglima TNI.

Pada Jumat (7/1/2022) kemarin, Mayjen TNI Untung Budiharto beserta istri menghadiri acara tradisi penyambutan calon Pangdam Jaya di Jalan Utama dan Lobby Sapta Marga Makodam Jaya Jakarta.

Dalam tradisi penyambutan tersebut calon Pangdam Jaya disambut oleh seluruh personil militer maupun PNS Kodam Jaya yang di awali dengan jajar kehormatan serta penghormatan.

Kegiatan tradisi penerimaan ini dilaksanakan menjelang kesiapan serah terima jabatan Pangdam Jaya dari Mayjen TNI Mulyo Aji, M.A., kepada Mayjen TNI Untung Budiharto yang rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Tinggalkan komentar