ALMATY – kantor berita TASS melaporkan, Polisi Kazakstan menangkap sekitar 2.000 orang di kota terbesar, Almaty pada Kamis (6/1).
Pihak kepolisian sebelumnya mengatakan bahwa mereka telah “melenyapkan” puluhan perusuh setelah negara tersebut dilanda kerusuhan terparah sejak memperoleh kemerdekaan ketika Uni Soviet runtuh pada 1991.
Sementara itu, stasiun TV pemerintah juga memberitakan bahwa sebanyak 12 personel penegak hukum tewas dalam sejumlah bentrokan dengan massa di Almaty pada Kamis.
Disebutkan pula bahwa salah satu jasad ditemukan dengan kondisi kepala terpenggal.

