Sandiaga Uno Berjalan Kaki ke Kantor Kementerian Pertahanan

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memposting momen terbaru saat dirinya menemui Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, di akun media sosial Instagram miliknya, @sandiuno pada, Minggu (26/12/2021).

Dalam video singkat yang dibagikan Sandiaga terlihat Prabowo terkejut mengetahui bahwa mantan rekan duetnya di Pilpres 2019 itu, datang kantor Kementerian Pertahanan dengan berjalan kaki.

“Saya kira Anda (Sandiaga) kantornya di Kebayoran. Ternyata dekat sini? Baru dari kantor katanya,” kata Prabowo.

“Iya Pak, makannya saya jalan kaki,” ujar Sandiaga.

Dalm cuplikan video, Sandiaga yang merupakan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, memperlihatkan letak kantornya yang berdekatan dengan kantor Prabowo. Menurut Sandi, jarak kantornya dengan kantor Prabowo tak lebih dari 200 meter.

“Ada yang menarik saat bertemu dengan Pak @prabowo kemarin sore. Dia terkejut mendengar bahwa saya berjalan kaki menuju ke kantornya. Padahal jaraknya memang tak jauh, tak lebih dari 200 meter, masih bertetangga,” kata Sandiaga.

Sandi merasa senang bisa bersilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu. “Saya senang sekali bisa bersilaturahim, mengingat jadwal masing-masing yang begitu padat,” tulisnya.

Dalam pertemuan itu, dua orang yang sempat menjadi rival Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 itu membahas berbagai isu terkini, khususnya mengenai perkembangan di sektor ekonomi.

Sandiaga bercerita kepada Prabowo bahwa di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kebangkitan perekonomian mulai terasa. Dengan geliat ekonomi tersebut, lapangan kerja juga mulai kembali tercipta.

“Dari pertemuan tersebut, saya berharap kita bisa sama-sama memberikan pesan optimis kepada masyarakat,” ujar Sandiaga.

Ia pun berharap dari pertemuan ini dapat dipastikan bahwa program yang pemerintah hadirkan telah tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu.

Sebelum peristiwa Sandiaga bertemu Prabowo, politikus Partai Gerindra Kamrussamad menyerang Sandiaga. Penyebanya, deklarasi Sandiaga maju Capres 2024 oleh sejumlah ulama, yang mengatasnamakan Ijtima Ulama. Deklarasi itu diadakan di Bandung dan Jakarta.

“Upaya rekayasa forum Ijtima Ulama DKI Jakarta (deklarasi bulan Oktober 2021) dan forum Ijtima Ulama Jawa Barat (deklarasi bulan Desember 2021) merupakan tindakan berpotensi menimbulkan politik identitas sebagai pemecah belah bangsa,” kata Kamrussamad dalam keterangan tertulis.

“Saya khawatir ada sekelompok oknum yang bekerja secara sistematis bersama Sandiaga sehingga tega lakukan eksploitasi identitas ulama,” kata dia lagi.

Tinggalkan komentar