Berikut Ini Sejumlah Infrastruktur Yang Diresmikan Jokowi Sepanjang 2021

JAKARTA – Seperti diketahui sebelumnya, Saat Jokowi mencalonkan diri kembali sebagai presiden periode 2019-2024. Jokowi kembali melontarkan sejumlah janji pembangunan.

Jokowi berjanji fokus ke bidang Sumber Daya Manusia (SDM) jika kembali terpilih untuk memimpin Indonesia 5 tahun mendatang. Pada periode pertama, Jokowi memang fokus ke bidang infrastruktur, sehingga mendapat kritikan mengabaikan aspek-aspek SDM.

Jokowi buktikan keseriusannya dengan pembangunan sejumlah infrastruktur seperti Jalan tol, bendungan, dan bandar udara di berbagai daerah di Tanah Air,Yang Ia resmikan di sepanjang tahun 2021.

Jokowi meresmikan bandara di beberapa daerah. Di antaranya di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan pada, Rabu (13/3/2021),

Dengan di resmikannya Bandara Buntu Kunik Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Presiden Jokowi berharap dapat meningkatkan konektivitas dan mempermudah wisatawan mengunjungi objek wisata di daerah itu.

Presiden Jokowi meresmikan Bandara Buntu Kunik Tana Toraja pada, Rabu (13/3/2021).

”Akses menuju ke sini bisa langsung, baik dari Makassar, Bali, dan Jakarta. Juga daerah lain,” kata Jokowi saat itu.

Destinasi wisata andalan Kabupaten Tana Toraja ataupun Toraja Utara seperti Negeri di Atas Awan, Pango-pango, dan Kete Kesu, bisa dengan mudah dijangkau. Sebab, akses transportasi yang tersedia.

Hadirnya bandara itu juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan daerah dan menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja, serta memicu dan menghidupkan sentra-sentra ekonomi baru.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, Bandara Buntuk Kunik dibangun dengan landas pacu 2.000 meter, tetapi efektif baru digunakan 1.700 meter dengan lebar 30 meter. Terminalnya bisa menampung 45.000 orang dalam satu tahun.

”Untuk mencapai tempat yang termasyhur dan indah ini, kita membangun bandara. Insya Allah bisa menampung 45.000 orang dalam satu tahun,” ujar Budi Karya Sumadi.

Di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Pemkab Purbalingga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung menjelang pengoperasian Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) pada 22 April.

”Pemkab saat ini sedang mengejar untuk persiapan sarana dan prasarana seperti kebutuhan listrik, air bersih, dan jaringan internet atau komunikasi,” kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi seperti dilansir dari Antara di Purbalingga, Sabtu (27/2).

Bupati sudah menginstruksikan Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga untuk membuat rambu lalu lintas.

”Saya minta rambu lalu lintas ini segera dibuat dalam waktu dekat,” ujar Dyah Hayuning Pratiwi usai bertemu Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin guna membahas persiapan operasional Bandara Jenderal Besar Soedirman.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait permohonan agar pemprov memfasilitasi Transjateng menuju Bandara Jenderal Besar Soedirman.

Pemkab Purbalingga juga berencana menyosialisasikan secara gencar mengenai kesiapan operasional Bandara Jenderal Besar Soedirman.

PT Angkasa Pura II (Persero) memastikan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Wirasaba siap beroperasi pada 22 April 2021. Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, progress pembangunan bandara sudah mencapai 100 persen.

”Untuk landasan pacu dan lain sebagainya sudah siap 100 persen,” tutur Awaluddin.

Sementara itu, Penantian panjang untuk bisa menghidupkan kembali Bandara Ngloram di Kabupaten Blora, akhirnya terjawab. Jumat (17/12), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan bandara milik PT Pertamina yang sudah tak dioperasikan sejak puluhan tahun lalu itu.

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Ngloram Blora, Ganjar: Mimpi 50 Tahun Terwujud.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak habis-habisnya mengucap syukur atas dioperasikannya Bandara Ngloram tersebut. Apalagi, bersamaan dengan acara peresmian, Jokowi juga menjajal pendaratan di bandara itu menggunakan pesawat ATR 72-600, yang berjalan lancar.

“Alhamdulillah Ngloram yang sudah jadi mimpi sejak tahun 71, hari ini (17/12), diresmikan presiden,” kata Ganjar usai mendampingi Presiden Jokowi dalam acara peresmian.

Ganjar mengucap terima kasih atas kinerja Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang memulai pembangunan Bandara Ngloram pada 2019.

Gubernur juga mengapresiasi kerja sama antardaerah yang telah mewujudkan mimpi tersebut.

Presiden Joko Widodo berharap keberadaan Bandara Ngloram akan menghidupkan ekonomi lintas daerah dan provinsi. Apalagi dari laporan Menhub Budi Karya Sumadi, sudah ada dua penerbangan dalam satu minggu.

Nanti apabila memang penuh terus dan runway 1.500 tidak cukup, akan kita perpanjang lagi menjadi 2.000 meter,” kata Jokowi.

Jokowi juga berharap, Bandara Ngloram akan mempercepat aktivitas ekonomi tak hanya di Kabupaten Blora, tetapi daerah lintas provinsi sekitarnya yakni Kabupaten Bojonegoro, Tuban hingga Ngawi.

Tidak dapat di pungkiri, Pemerintahan di bawah Presiden Jokowi sudah mengoperasikan 11 ruas tol baru sepanjang tahun 2021 ini, namun jumlah ini masih di bawah angka yang ditargetkan diawal tahun sebanyak 17 ruas tol. Hingga saat ini jalan tol yang sudah beroperasi di Indonesia sudah mencapai 2.457 kilometer yang terbagi menjadi 64 ruas jalan tol dan 45 badan usaha jalan tol (BUJT) yang berada di pulau Jawa, pulau Bali, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memberikan keterangan kepada CNBC Indonesia mengenai jalan tol yang sudah beroperasi pada tahun ini. Namun hingga bulan Desember ini tol yang beroperasi baru 122,85 km atau sampai akhir tahun hanya 163,6 km, masih di bawah target yang dipatok pada awal tahun mencapai 410 km.

Berikut Rincian tol yang sudah beroperasi tahun ini

  1. Bogor Ring Road Seksi 3A (Sp. Yasmin – Kayu Manis) (2,85 km)
  2. Kayu Agung-Palembang-Betung Seksi 1B (Jakabaring-Jalintim) (8,23 km)
  3. Sigli-Banda Aceh-seksi 3 (Jantho-Indrapuri) (16,02 km)
  4. Medan-Binjai seksi 1A (Jl Veteran-Tj Mulia) (4,22 km)
  5. Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran (14,19 km)
  6. Cinere- Serpong seksi 1 (Serpong-Pamulang) (6,5 km)
  7. Cibitung-Cilincing Seksi 1 (Cibitung-Telaga Asih) (2,65 km)
  8. 6 Ruas Tol DKI Jakarta Seksi A (Kelapa Gading-Pulo Gebang) (9,29 km)
  9. Balikpapan-Samarinda Seksi 1 dan 5 (Balikpapan-Samboja) (32,4 km)
  10. Serang – Panimbang ruas Serang – Rangkasbitung (26,50 Km)

Adapun ada empat ruas tol lagi yang akan dioperasikan dalam waktu dekat, seperti :

  1. Jalan Tol Manado – Bitung Seksi 2 ruas Danowudo – Bitung (13,5 Km)
  2. Jalan Tol Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu Seksi 3 ruas Taba Penanjung – Bengkulu (17,6Km)
  3. Jalan Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati (3,38 km)
  4. Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 2 ruas Seulimeum – Jantho (6,3 km)

Ambisi sebelumnya ada 17 ruas jalan tol yang siap beroperasi pada tahun ini, yang tersebar di wilayah Jawa, Sulawesi, Kalimantan, hingga Sumatera. Berikut rinciannya :

Jalan Tol Jabodetabek Sepanjang 101,6 Kilometer

  1. Cibitung – Cilincing, Seksi 1 (Cibitung – Telaga Asih 2,6 kilometer) dan Seksi 2 (Telaga Asih – Cilincing 32,1 kilometer)
  2. Cimanggis – Cibitung, Seksi 2 (Jatikarya – Cibitung 23 kilometer).
  3. Serpong – Cinere, Seksi 1 (Serpong IC – Pamulang IC).
  4. Cengkareng – Batu Ceper – Kunciran (JORR II) 6,5 kilometer.
  5. Bekasi – Cawang – Kp. Melayu, Seksi 1 (Koneksi Toll to Toll Wiyoto Wiyono 3,5 kilometer).
  6. 6 Ruas Tol DKI, Seksi A (Kelapa Gading – Pulo Gebang 9,3 kilometer).
  7. Serpong – Balaraja, Seksi 1 A (Bagian dari Seksi 1 BSD – Legok 5,5 kilometer).

Jalan Tol Non Trans Sepanjang 115,8 kilometer

  1. Cileunyi – Sumedang – Dawuan Seksi 1 (Cileunyi – Ranca Kalong 10,6 kilometer), Seksi 2 (Rancakalong – Ciherang 17,1 kilometer) dan Seksi 3 (Sumedang – Cimalaka 4,1 kilometer).
  2. Ciawi – Sukabumi, Seksi 2 (Cigombong – Cibadak 38 kilometer)
  3. Serang – Panimbang, Seksi 1 (Serang – Rangkas Bitung 26,5 kilometer).
  4. Balikpapan – Samarinda, Seksi 1 (KM 13 – Samboja 22 kilometer), Seksi 5 ( KM13 – Sepinggan 11,1 kilometer).
  5. Manado – Bitung, Seksi 2 B (Danowudu – Bitung 12,7 kilometer).

Jalan tol Trans Sumatera 192,4 kilometer

  1. Sigli – Banda Aceh, Seksi 2 (Seulimeum – Jantho 6,3 kilometer, Seksi 3 (Jantho – Indrapuri 16 kilometer), Seksi 5 – 6 (Blang Bintang – Baitussalam 12,5 kilometer).
  2. Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kuala Tanjung – Pematang Siantar 96,5 kilometer)
  3. Padang – Pekan Baru (Pekan Baru – Bangkinang 40 kilometer).
  4. Medan – Binjai,( Seksi 1A Jl Veteran – Tanjung Mulia 3,5 kilometer)
  5. Lubuk Lingau – Curup – Bengkulu (Bengkulu – Taba Penanjung 17,6 kilometer).

Dam selama tahun 2021 ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah dan akan meresmikan 17 bendungan di sejumlah daerah di Indonesia. Sejak Januari 2021 Presiden Jokowi sudah meresmikan 7 bendungan dan 10 bendungan lagi akan diresmikan hingga Desember 2021.

“Dalam sepekan terakhir, saya meresmikan 3 bendungan di setiap kunjungan kerja ke daerah. Bendungan Kuningan di Jawa Barat, Bendungan Way Sekampung di Lampung dan kemarin, saya meresmikan Bendungan Bendo di Jawa Timur. Ada 17 bendungan yang telah dan akan diselesaikan pemerintah sepanjang tahun 2021. Yang sudah diresmikan tahun ini, selain yang saya sebutkan tadi, adalah Bendungan Tukul di Pacitan, Jawa Timur, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan, Bendungan Napun Gete di NTT dan Bendungan Sindangheula di Banten,” tulis Presiden Jokowi yang dikutip Bernasnews.com dari akun Instagram @jokowi yang diunggah pada Kamis (9/9/2021) lalu.

Pada Kamis, 9 September 2021 ini, Presiden Jokowi meresmikan Bendung Gilireng dan Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo.

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Bendo di Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada hari Selasa (7/9/2021) siang.

“Pagi ini saya berkunjung ke Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Saya hendak meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi para pelajar dan masyarakat, lalu meresmikan Bendung Gilireng dan Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo,” tulis Presiden Jokowi di akun Instagramnya.

Menurut Presiden Jokowi, 10 bendungan lainnya diharapkan segera diresmikan dalam waktu dekat. Ke-10 bendungan tersebut adalah Bendungan Paselloreng dan Bendungan Karalloe di Sulawesi Selatan, Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara, Bendungan Bintang Bano di NTB, Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi d Jawa Barat, Bendungan Tugu dan Bendungan Gongseng di Jawa Timur, Bandungan Pidekso di Jawa Tengah serta Bendungan Margatiga di Lampung.

Menurut Presiden Jokowi, Semua bendungan tersebut akan menjadi sumber air jaringan irigasi yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, khususnya para petani, untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu, bendungan akan menjadi pemasok air bersih, sumber tenaga listrik dan pengendali banjir. (Red)

Tinggalkan komentar