MOSKOW – Seorang pejabat senior Rusia mengklaim bahwa sebuah konflik global baru saat ini sudah berlangsung di dunia maya. Moskow berharap dapat bekerja sama dengan AS untuk mengurangi risiko yang berasal dari pertempuran digital ini.
Andrey Krutskikh, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri yang bertugas mengawasi kerja sama internasional Rusia dalam keamanan informasi, pada Kamis (16/12) berbicara di sebuah konferensi akademis tentang masalah politik internasional yang tengah dialami oleh Rusia saat ini. Dia mengklaim bahwa serangan siber telah menjadi begitu intensif dan parah hingga berubah merupakan konflik dunia baru, tersembunyi dari mata publik.
“Perang sedang terjadi, dan berlangsung sangat intens,” ujarnya dalam sebuah pidato di Institut Hubungan Internasional Negara Moskow, dikutip RT.com.
“Sebanyak apa pun kita bertindak seperti ini, semuanya disembunyikan, pada kenyataannya, permusuhan skala penuh terjadi di dunia maya. Dan secara umum, media benar mengatakan ini sudah Perang Dunia Ketiga. Kami hanya tidak tahu sejauh mana kerusakannya, atau siapa yang akan kalah pada akhirnya, atau seperti apa konfigurasi dunia akibat perang,” tambahnya.
Awal tahun ini, Presiden AS Joe Biden diketahui sudah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, mengklaim bahwa Kremlin berada di balik aksi peretasan besar-besaran terhadap perusahaan digital SolarWinds yang berbasis di Texas, AS. Serangan peretasan tersebut membahayakan sistem keamanan di lebih dari 100 perusahaan komersial di seluruh dunia, serta sembilan perusahaan dan agensi pemerintahan AS. Moskow membantah tuduhan itu, dan balik menuding jika AS selama ini melancarkan serangan siber terhadap infrastruktur vital Rusia.
Pada bulan Maret, perusahaan keamanan siber AS, FireEye, memperingatkan bahwa orang Amerika akan menghadapi serangan siber yang semakin buruk di masa depan.
“Orang-orang bahkan tidak tahu semua hal yang mereka andalkan. Tiba-tiba rantai pasokan mulai terganggu karena komputer tidak berfungsi,” Kevin Mandia, CEO perusahaan, mengatakan kepada Axios pada Maret lalu.

