JAKARTA – Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menegaskan kelompoknya adalah bukti nyata gerakan umat Islam dalam memerangi kezaliman. Buktinya, sekitar 13 juta orang pernah berkumpul secara damai.
Hal itu di katakannya menanggapi pernyataan Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siraj sempat mengatakan bahwa kelompok 212 tak layak disebut gerakan kebangkitan Islam beberapa waktu lalu. Alasannya langkah 212 selalu berpijak pada motif politik.
Novel lantas menyebut Said tengah ‘kebakaran jenggot’ lantaran gerakan 212 tak kunjung padam.
“Said Aqil kebakaran jenggot sampai enggak punya jenggot dan benci kepada hamba Allah yang berjenggot,” kata Novel pada, Kamis (16/12).
Bamukmin juga menyarankan Said Aqil untuk lekas bertobat dan tidak asal bicara lagi.
“Segera tobat dan tidak lagi ngawur,” tegasnya.
Sebelumnya, Kiai Said Aqil menilai gerakan 212 bukan suatu kebangkitan Islam. Menurutnya, 212 adalah gerakan politik yang mengatasnamakan agama.
“Ada sebagian dari NU juga (mengatakan) bahwa ini adalah kesempatan kebangkitan Islam. Kalau menurut saya, itu (212) bukan kebangkitan Islam. Karena jelas tujuannya politik yang mengatasnamakan agama,” kata Said Aqil dalam tayangan ‘Gagasan Kiai Said Menuju Muktamar NU’, disiarkan via akun YouTube TVNU.

