Girimenang — Masa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat NTB Corruption Watch ( LSM NCW) dan Aliansi Sasak Muda Bersatu (Asak Datu) Institut Transparansi Kebijakan (ITK) beramai ramai mendatangi Kantor Bupati Lombok Barat sambil berorasi dengan membawa spanduk dan sound system.
Direktur LSM NTB Corruption Watch (NCW) Fathurahman Lord mengatakan, Kedatangannya guna menemui Bupati agar mengevaluasi Kinerja Kerja Kadis Pertanian Lobar yang diduga tidak Becus dan bila perlu copot dari jabatannya karena diduga banyak masalah di OPD Pertanian yang tidak berpihak kepada Petani dan warga masyarakat.
“Copot Haji Muhur dari jabatan Kadis Pertanian diduga sudah tidak becus dan banyak masalah dalam mengelola Dinas Pertanian Lobar”,kata Lord dalam keterangan tertulis yang di terima pada, Senin (6/12/2021).
Lord menegaskan, Jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti maka akan datang aksi lagi dengan massa yang lebih banyak.
Adapun tuntutan massa aksi antara lain:
- Meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengusut tuntas kasus dugaan jual beli bantuan ternak sapi dan mengusut arah bantuan alat mesin pertanian ( Alsintan ) di Lobar yang di duga banyak yang fiktif
- Meminta pertanggung jawaban Kadis Pertanian terhadap lahan pengganti akibat maraknya pembangunan KPR di Lombok Barat.
- Meminta pertanggung jawaban Dinas Pertanian terhadap Penggunaan dana DBHCT yang di duga salah dipergunakan termasuk pembangunan Embung di Kecamatan Gerung yang ambruk
- Meminta Bupati Lombok Barat segera mencopot jabatan Kepala Dinas
Pertanian Lombok Barat, karena diduga banyak masalah dan bermasalah.
Sementara itu massa aksi diterima dan ditemui oleh Asisten II Pemda Lombok barat Rusditah, Ia berjanji akan menindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan massa aksi dan segera akan menyampaikan ke Bapak Bupati, Janjinya.
“Dan memang ini manjadi bahan evaluasi kita terkait rotasi pejabat dan semua pekerjaan yang ada di Dinas Pertanian. Ujar Rusditah.


Mantap Lanjut
SukaSuka