Umat Islam di Sarankan Tidak Menonton Sinetron Karena Berisi Dusta

Oleh : Ibnu Ferry

JAKARTA — Tayangan acara televisi sinetron saat ini tengah digandrungi di Tanah Air. Mengingat ada anjuran pemerintah untuk di rumah aja demi menekan kasus Covid-19, sehingga masyarakat butuh hiburan.

Oleh karenanya sinetron sedang diminati, Dan sejumlah stasiun televisi Indonesia seolah berlomba-lomba menayangkan sinetron.

Sebagi umat Islam, kita dibolehkan saja menonton sinetron, tetapi harus tahu beberapa ketentuan yang menyebabkan kita mendapatkan dosa.

Menurut ilmu fikih, hukum nonton sinetron ini tergantung pada tujuan dibuatnya sinetron tersebut dan isi kisah dalam sinetron itu.

Tapi di sarankan agar umat Islam tidak menonton sinetron, sebab cerita dalam sinetron bertentangan dengan akhlak dan akidah Islam dan juga berisi dusta sehingga menjadi berdosa.

Sebab pertama yang mengarahkan kepada dosa karena isi cerita dalam sinetron itu, ada isi kisah yang mengajarkan berpacaran, kebencian, balas dendam, dan lain sebagainya hingga bisa merusak akhlak. Terlepas benar atau tidak sinetron itu membodohi akal, Anda di situ di buat untuk ketawa, menangis, padahal dibodoh-bodohi.

Yang kedua penayangan perempuan cantiknya di situ, dengan make up berlebihan sehingga tampak cantik dan banyak memperlihatkan aurat, Sementara Allah menyuruh untuk menundukkan pandangan.

Ketiga tidak menambah keimanan, pahala dan ilmu dengan nonton sinetron tidak juga baik, kalau gitu apa yang harapkan dari menonton sinetron.

Di sarankan agar umat Islam hendaklah berdzikir, membaca Al Quran, dan kebaikan lainnya.

Umat Islam juga hendaklah berhati-hati terhadap sinetron dan film yang mengandung ritual ibadah kepada selain Allah. Lantaran dikhawatirkan bisa mencuci otak umat Islam.

Sehingganya kita tidak mengingkari kesyirikan mereka, hati kita sudah tidak ada pengingkaran lagi.

Sementara kata Rasulullah SAW bersabda, “Man ra-a minkum munkaran“, siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia merubah dengan tangannya. Kalau tidak mampu dengan tangan lakukan dengan lisan dan bisa juga dilakukan dengan hati. Kalau tidak diingkari dengan hati apa yang terjadi? Jatuh dosa.

“Rosululloh saw bersabda, (Akan terjadi di akhir zaman) pada umat ini pembenaman (bumi), pengubahan rupa (manusia) dan hujan batu (meteor). Lalu ada sahabat yang bertanya, “Ya Rosululloh, kapan peristiwa tersebut akan terjadi?” Maka Rosululloh saw bersabda, “Apabila biduwanita (selebritis/artis) telah merajalela (bermunculan atau unggul), alat-alat musik dan khomer dianggap biasa (dianggap halal)”. (HR. Tirmidzi 2212 – Al Fitan dari hadits ‘Imran bin Hushain, Ibnu Majah 4060 – Al Fitan dari haadits Sahl bin Sa’d dan Thabrani dalam Mu’jamul Kabir dan Mu’jamul Aushat. Hadits ini Shohih).

hadits ini mengisyaratkan bahwa di akhir zaman nanti masyarakat akan lebih banyak menjadikan artis sebagai panutan dalam kehidupan mereka. Mulai dari bangun tidur mereka (para selebritis atau artis) hingga mereka tidur lagi, semuanya akan ditiru.

Hadits di atas mengisyaratkan bahwa di akhir zaman, ideologi yang akan muncul (dhohir) ataupun gaya hidup yang akan menjadi panutan, yang dhohir yaitu gaya hidupnya para selebritis atau artis. Dimana A sampai Z-nya, tidur sampai bangunnya, yang dilakukan oleh mereka akan menjadi bahan berita yang tak akan selesai-selasai diceritakan. Kemudian A sampai Z-nya berarti gaya makan gaya minum gaya berpakaian, sampai gaya berumah tangganya-pun yang kadang-kadang seorang artis wanita punya suami rangkap itu juga ditiru atau yang laki-lakinya hobi berselingkuh itu juga ditiru, ini makna Dhoharo. Dan hal ini sudah terjadi pada zaman ini.

Saat ini mendekati akhir zaman dimana fitnah dan dusta di tebar dari luar maupun dalam rumah, ‘azakumullah ini sebagai bahan renungan saja.

Tinggalkan komentar