JAKARTA — Media sosial beberapa hari ini diramaikan dengan flyer mencatut logo Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) yang bertuliskan ‘Bubarkan Majelis Ulama Indonesia’. Flyer tersebut bertuliskan ‘Mari terus perkuat Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) dan Bubarkan MUI’.
Merespons beredarnya flyer tersebut, Humas PGI Philip Situmorang menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan mendukung pembubaran MUI. Pihaknya pun mengecam keras orang-orang yang sengaja menyebarkan pernyataan tersebut.
“Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengecam keras perbuatan oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengedarkan flyer hasutan untuk membubarkan MUI dengan menyantumkan logo PGI di dalamnya. Kalimat hasutan yang diedarkan pada flyer dimaksud, di antaranya: ‘Mari terus Perkuat Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) dan Bubarkan MUI.’,” jelas Philip dalam keterangannya, Sabtu (20/11).
Philip menegaskan informasi dalam flyer tersebut bukanlah pernyataan dari PGI, dan pihaknya tak pernah membuat pernyataan provokatif seperti itu.
Ia pun memastikan selama ini hubungan PGI dengan MUI berjalan baik dan bahkan terus menjalin kerja sama.
“Informasi lewat flyer tersebut merupakan hasutan dan provokasi untuk memecah-belah persatuan umat. Hubungan PGI dan MUI selama ini baik-baik saja dan ada kerja sama yang baik,” tutur Philip.
Agar informasi hoaks ini tidak semakin menyebar, PGI meminta masyarakat khususnya warga gereja agar tidak mempercayai informasi tersebut. Juga diminta tidak ikut menyebarkannya lagi.
PGI juga mendesak aparat keamanan untuk mewaspadai dan dapat menindak tegas segala upaya yang bisa menghasut dan provokasi antarumat beragama di Indonesia.
“PGI mendesak aparat keamanan untuk mewaspadai dan menyikapi secara tegas upaya-upaya menghasut dan memprovokasi ketegangan antaragama, maupun antar kelompok-kelompok berbeda identitas, terutama menjelang tahun-tahun politik yang akan kita jalani bersama,” tutup Philip.
Isu pembubaran MUI ini menyeruak setelah Densus 88 menangkap tiga orang terduga teroris, termasuk anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An-Najah yang kini telah dinonaktifkan dari MUI.
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi juga menyebut setelah penangkapan Ahmad Zain, ada ada kelompok tertentu yang ingin membubarkan MUI. Zainut pun menganggap tuntutan tersebut berlebihan.
“Adanya tuntutan sekelompok orang yang ingin membubarkan MUI, saya kira hal itu terlalu berlebihan. Ibarat rumah ada tikusnya, masak rumahnya mau dibakar,” ungkap Zainut.

