Banjir Masih Menggenangi, Warga Kapuas Hulu Dikabarkan Mulai kesulitan Membeli Beras

PONTIANAK–Banjir masih menggenang sejumlah daerah di Kalimantan Barat. Sejumlah warga di Desa Jongkong Kiri Hulu, Kecamatan Jongkong, Kapuas Hulu, bahkan dikabarkan mulai kesulitan mencari (membeli) beras di toko.

Ketua RT 01 Dusun Ujung Ubut, Desa Joki Hulu, Kecamatan Jongkong, Muhammad Andi menyatakan, dengan kondisi seperti saat ini masyarakat Desa Joki Hulu sangat membutuhkan beras.

“Sedikit sulit membeli beras, kalau ada jual pun harganya mahal tidak seperti biasanya, maka diharapkan ada langkah-langkah dari Pemerintah, bagaimana beras bisa terjual normal seperti biasanya,” ujarnya, seperti dikutip TribunPontianak, Rabu (17/11).

Andi juga menjelaskan bahwa, jumlah rumah warganya di RT 01 Dusun Ujung Ubut Desa Joki Hulu, yang sudah terendam banjir ada sebanyak 120 rumah. “Kedalaman air di dalam rumah kurang lebih 50 cm hingga 60 cm,” ucapnya.

Sementara itu data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang menyebut, air masih menggenangi Kabupaten Sintang di 12 kecamatan, antara lain Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Sintang, Binjai Hulu, Tempunak, Kelam Permai, Sei Tebelian, Ketungau Hilir, Sepauk, Dedai, Serawai dan Ambalau.

Akibatnya sebanyak 140.468 orang terdampak dan 35.117 unit rumah terendam banjir hingga ketinggian 3 meter. Sedangkan mereka yang mengungsi berjumlah 7.545 KK atau 25.884 jiwa. Warga yang mengungsi tersebar di 32 pos pengungsian. Tak hanya itu, 2 orang juga dilaporkan meninggal dunia akibat banjir.
Pantauan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, wilayah Kecamatan Kayan Hilir dan Sintang masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang pada malam hari. Dua wilayah tersebut termasuk dari tiga wilayah yang terdampak banjir paling parah di Kabupaten Sintang.

Dari Bengkayang dilaporkan seorang nelayana bernama Then Tji Kiong (51) ditemukan meninggal dunia saat mencari ikan dengan menggunakan sampan di sekitar laut sungai raya, Kabupaten Bengkayang. Then Tji Kiong ditemukan meninggal dunia setelah Tim SAR dari Kantor SAR Pontianak melakukan pencarian.

Kepala Kantor SAR Pontianak Yopi Haryadi mengatakan, korban meninggal dunia diduga karena tenggelam. “Kemarin sore korban mencari ikan di pesisir pantai sungai raya ini, korban berangkat menggunakan sampan miliknya dengan peralatan mencari ikan. namun tadi pagi nelayan sekitar menemukan sampan korban dalam kondisi karam tapi korban tidak berada di sampan tersebut oleh sebab itu sempat dilakukan pencarian mandiri oleh warga namun tidak menemukan korban “_ terangnya dalam unggahan di akun Instagram Basarnas Sintete, Rabu (17/11).

Then Tji Kiong merupakan warga Dusun Pelita, Desa Rukma Jaya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang.

Tinggalkan komentar