JAKARTA — Pemerintah menggelontorkan dana Rp193 miliar untuk biaya pembangunan gedung Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Kampus itu bakal dibangun di Padukuhan Dowangan, Banyuraden, Gamping Sleman, DI Yogyakarta.
Pekerjaan pembangunan akan dilaksanakan selama 16 bulan mulai Oktober 2021 hingga Februari 2023. Lingkup pekerjaan meliputi persiapan, struktur, arsitektur, mekanikal, plumbing, elektrikal dan elektronika, lansekap, fasilitas penunjang, serta kesehatan, dan keselamatan kerja.
Gedung UNU Yogyakarta akan memiliki luas bangunan 16.769,19 m2, tinggi bangunan 52 m di atas tanah seluas 7.478 m2. Gedung baru ini bakal mampu menampung sebanyak 3.774 orang mahasiswa dan 151 orang dosen.
Pada gedung baru tersebut akan dibangun 9 lantai dengan fungsi berbeda-beda. Lantai 1 misalnya merupakan lobby, ruang UKM, dan ruang MEP. Lantai 2 untuk kantin, ruang kuliah, administrasi, dan Jamaah Corner.
Lantai 3 digunakan untuk ruang kuliah, laboratorium, E-Library, Study Lounge, dan Auditorium.
Sedangkan pada lantai 4 terdapat ruang dosen, ruang kuliah, laboratorium, E-Library, Study Lounge, dan Auditorium. Masjid, hall, perpustakaan di lantai 5 serta roof garden dan masjid di lantai 6. Lantai 7 dan 8 untuk ruang dosen dan dekanat. Dan yang terakhir lantai 9 untuk Rektorat dan BP3TNU.
Pembangunan kampus UNU Yogyakarta yamg di rencanakan menerapkan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) yang didasarkan petunjuk teknis BGH dari Kementerian PUPR.
Penerapan konsep BGH pada bangunan kampus Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta diharapkan dapat memenuhi 7 kategori penilaian BGH yaitu pengelolaan tapak, efisiensi penggunaan air, efisiensi penggunaan energi, material ramah lingkungan, pengelolaan air lembah, pengelolaan sampah, serta kualitas udara dalam ruang.

