KUTA SELATAN – Program pembangunan jalan lingkar selatan (JLS) dipastikan ditunda dengan pandemi Covid-19. Hal ini pun menjadikan masyarakat cemas lantaran rencana pembangunan JLS belum diketahui langsung.
Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta berharap pemerintah dapat mensosialisasikan kepada masyarakat terkait planning kedepan pembangunan jalan tersebut.
“Kalau memang ditunda kaitan pengganggaran, ya mau bagaimana lagi. Tetapi ditundanya ini kami harap ada planning yang jelas dan tersampaikan kepada masyarakat,” ujar Sumerta, Selasa (19/10/2021).

Menurutnya, tentu akan membuat masyarakat utamanya pemilik lahan jadi harap-harap cemas. Melalui sosialisasi itulah diharapkan ada kepastian dari pemerintah daerah.
“Kan bisa saja terjadi, akibat ketidakpastian informasi, kemudian lahan yang rencana dibebaskan, sudah terlanjur didirikan bangunan. Walaupun pada dasarnya sah-sah saja, karena itu adalah hak keperdataan dari masyarakat bersangkutan,” sebutnya.
Sumerta menjelaskan, realisasi JLS sesungguhnya merupakan sebuah harapan bersama. Utamanya berkaitan dengan kelancaran arus lalulintas.
“Jadi saya berharap agar ada kejelasan, minimal soal masterplan. Sekitar dua minggu lalu, sudah ada masyarakat yang menanyakan hal ini kepada saya. Tapi saya tentu tidak berani menyampaikan ke masyarakat, sebelum ada penjelasan resmi dari pemerintah,” jelasnya.
Meski demikian, Sumerta meyakini bahwa Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memiliki komitmen kuat untuk menuntaskan program tersebut di sisa masa kepemimpinannya. Namun kaitan dengan pandemi Covid-19, maka dampak kesehatan dan sosial tentu menjadi hal yang patut diutamakan.
Soal Penundaan Proyek Jalan Lingkar Selatan, Pemkab Didorong Sosialisasi Langsung ke Masyarakat
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa mengakui bahwa pembangunan JLS ditunda. Lantaran anggaran pembebasan lahan proyek Jalan Lingkar Selatan Badung belum bisa direalisasikan pada APBD tahun 2022.
“Sesuai arahan pemerintah pusat serta kebijakan bapak bupati, untuk tahun anggaran 2022 masih kita fokuskan pada penanggulangan serta dampak dari pandemi Covid-19. Selain untuk kegiatan mandatory seperti kesehatan, pendidikan, operasional dan belanja pegawai,” jelas Adi Arnawa.
Anggaran penanggulangan Covid-19 lanjut pejabat asal Pecatu ini, bukan hanya untuk pencegahan penyebaran penyakit tersebut, tapi juga dampak sosial yang ditimbulkan. Seperti bantuan sosial maupun stimulus untuk membangkitkan perekonomian masyarakat. Bupati sendiri lanjut Adi Arnawa, terus mencari terobosan dan solusi terkait pembebasan lahan.
“Yang jelas proyek Jalan Lingkar Selatan Badung tidak berhenti, hanya tertunda hingga kondisi anggaran memungkinkan,” pungkasnya.

