JAKARTA — Dalam diskusi virtual tentang Laporan Harta Kekayaan (LHKPN) Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan menunjukkan data kekayaan pejabat periode 2019-2020.
Nainggolan mengungkapkan berdasarkan hasil pengamatan KPK, secara umum harta kekayaan pejabat penyelenggara negara bertambah.
Pahala Nainggolan menyebut jika pertambahan harta para pejabat negara tersebut dirasa masih wajar.
“Kita amati juga selama pandemi setahun terakhir ini, secara umum itu penyelenggara negara 70,3 persen hartanya bertambah. Kita pikir pertambahannya masih wajar,” kata Pahala Nainggolan.
Meski begitu, ada pula pejabat penyelenggara negara yang melaporkan harta kekayaannya merosot selama pandemi Covid-19.
“Kita pikir ini yang pengusaha yang bisnisnya surut atau bagaimana gitu,” ucapnya.
Harta kekayaan pejabat penyelenggara negara disebut rata-rata bertambah Rp1 miliar hingga lebih, selama pandemi Covid-19.
Berikut ini 5 Menteri Kabinet Indonesia Maju yang tercatat hartanya merosot, berdasarkan rangkuman Pikiran-Rakyat.com dari data LHKPN periode 2019-2020:
- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tekonologi – Nadiem Anwar Makariem
Saat pertama kali dilantik jadi menteri pada 2019, Nadiem tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp1.225.006.640.485. Ia rela melepas jabatan jadi CEO Gojek usai diminta bergabung di Kabinet Indonesia Maju.
Selama pandemi Covid-19, kekayaan Nadiem menurun drastis hingga menjadi Rp1.192.425.517.883 per 31 Desember 2020.
Kekayaan Nadiem merosot sebesar 2,66 persen, atau setara dengan Rp32.581.122.602.
- Menteri Perindustrian – Agus Gumiwang Kartasasmita
Kekayaan Agus dilaporkan merosot drastis, pada 31 Desember 2019 lalu Ia tercatat memiliki harta sebesar Rp216.730.175.508.
Pada 31 Desember 2020, kekayaan Agus dilaporkan sebesar Rp198.559.515.509. Mengalami kemerosotan sebesar Rp18.170.659.999, atau sebesar 8,38 persen.
Berdasarkan data dari LHKPN, Agus tercatat menjual tanah dan bangunan yang dimilikinya.
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan – Muhadjir Effendy
Berdasarkan data dari LHKPN per 14 November 2019, kekayaan Muhadjir mencapai Rp81.007.102.922.
Kekaayaan Muhadjir menurun cukup banyak dalam setahun hingga menyisakan Rp72.624.257.063.
Kekayaan Muhadjir berkurang sebesar 10,35 persen, atau setara dengan Rp8.382.845.859.
- Menteri BUMN – Erick Thohir
Kekayaan Erick saat menjadi menteri pada 2019 lalu, tercatat sebanyak Rp2.316.600.097.385.
Harta Erick merosot sebanyak Rp3.661.833.531 atau setara dengan 0,16 persen, sehingga kekayaannya jadi Rp2.312.938.263.854 per 31 Desember 2021.
Meski kekayaan Erick mengalami kemerosotan, Ia masih jadi salah satu menteri paling tajir dalam Kabinet Indonesia Maju.
- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat – Mochamad Basuki Hadimuljono
Kekayaan Basuki pada 31 Desember 2019 silam tercatat sebesar Rp19.428.894.300.
Sedangkan pada 31 Desember 2020, kekayaan Basuki merosot sebesar Rp812.159.083, sehingga kekayaannya menjadi Rp18.616.735.217.***

