JAKARTA — Komisi XI DPR RI menggelar fit and proper test alias uji kelayakan dan kepatutan sejumlah calon anggota Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Rabu (8/9). Salah satu presentasi calon yang disorot adalah milik Nyoman Adhi Suryadnyana. Berbagai pujian juga datang dari sejumlah anggota komisi yang concern pada keuangan dan perbankan itu.
Menurut anggota Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, presentasi yang disampaikan Nyoman patut diapresiasi. Ke depan, harapannya reformasi di BPK dapat terjadi sebagaimana yang disampaikan Nyoman saat uji kelayakan.
Hal itu penting agar hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK jadi berkualitas, tidak hanya monoton seperti tahun sebelumnya.
“Dengan kehadiran bapak (Nyoman) ini mungkin salah satu opsi yang saya tawarkan dari awal mengenai digitalisasi sistem pemeriksaan, sehingga objek terperiksa dengan pemeriksa tidak saling bertemu sama sekali,” kata Fauzi, saat uji kelayakan dan kepatutan, di ruang rapat Komisi XI DPR.
Sehingga, lanjut Fauzi, dengan adanya digitalisasi sistem pemeriksaan akan memberikan hasil yang berkualitas.
“Harapan kita kualitas dari hasil pemeriksaan itu benar-benar berkualitas,” pungkasnya.
Hal senada juga diutarakan Anggota Komisi XI DPR RI, Masinton Pasaribu. Menurutnya, presentasi Nyoman lebih komprehensif jika dibandingkan dengan beberapa calon anggota BPK yang sudah menjalani uji kelayakan.
“Kami sudah membaca sejumlah pemaparan dari calon sebelumnya, dan kalau saya mau objektif, tapi bukan untuk memuji saudara, tapi saya melihat pemaparannya lebih sedikit komprehensif,” kata Masinton.
Ia menyinggung mengenai integritas dan profesionalitas, sebagaimana yang disampaikan tentang lambatnya trend perbaikan goverment, khususnya dalam persepsi korupsi.
“Padahal kita tahu bagaimana opini WTP dan WDP disatu sisi sebagai komoditi, tetapi di sisi lain menjadi alat tekan, kita bicara fakta, komoditi untuk mendapat pundi-pundi. Tadi disampaikan juga diberikan WTP tetapi kepala daerahnya nyangkut (terlibat korupsi),” papar politikus PDI Perjuangan itu.
“Ini kan tentu menjadi tantangan terhadap saudara jika nanti saudara dipilih untuk melakukan pembenahan ini. Dan BPK ke depan, saudara harus memiliki visi dan semangat BPK RI yang mampu menjawab tantangan institusi dan tantangan ke depan,” tambahnya.

