BMKG Minta Warga NTB Waspada Krisis Air

MATARAM — Kondisi suhu muka laut disekitar wilayah Indonesia termasuk NTB, saat ini terpantau berada pada kategori netral hingga hangat. Berdasarkan kondisi tersebut, pada awal September 2021 peluang terjadinya hujan relatif sangat kecil di wilayah NTB.

Prakirawan, BMKG Satklim Lobar, Made Budi Setyawan, S.Tr. menyebutkan, pada periode musim kemarau seperti saat ini masyarakat dihimbau agar lebih bijak menggunakan air bersih serta waspada akan potensi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan.
Namun demikian, masyarakat juga diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem secara tiba-tiba yang bersifat lokal.

“Ketika akan memasuki puncak musim kemarau, suhu udara akan lebih dingin terutama pada malam hari dan angin yang bertiup lebih kencang,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/9/2021).

Masyarakat juga diharapkan untuk selalu memperhatikan informasi BMKG terlebih dahulu dalam perencanaan kegiatan dan tetap selalu menjaga kesehatan di masa pandemi ini.

Budi menjelaskan, potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat sangat kecil. Bahkan 90 persen kabupaten/kota di NTB saat ini sudah sepenuhnya merasakan musim kemarau.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika-BMKG, Stasiun Klimatologi Kabupaten Lombok Barat mencatat, Pada dasarian I September 2021, diprakirakan peluang curah hujan kurang dari 20 mm/dasarian sebesar 90% terjadi hampir di seluruh wilayah NTB.

“Terkecuali di wilayah Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan sebagian kecil Lombok Barat sebesar 10 – 20%,” ungkapnya.

Menurut Budi, untuk peluang curah hujan 50 mm, terjadi pada wilayah Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan sebagian kecil Lombok Barat sebesar 10 – 20%.

Tinggalkan komentar