Terkait Kebocoran Data, BRI Life Nyatakan Sudah Melakukan Investigasi Internal

JAKARTA — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengungkapkan, telah menerima satu laporan masyarakat soal kasus kebocoran data nasabah BRI Life.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, mengatakan pelapor tersebut berasal dari karyawan swasta.

“Kami baru menerima satu laporan terjadi tindakan upaya masuk secara ilegal ke dalam sistem informasi perusahaan, yang lapor karyawan swasta,” kata Rusdi kepada wartawan, Minggu (1/8/2021).

Sementara itu, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan BRI Life Ade Ahmad Nasution menjelaskan, pihaknya telah bergerak cepat melakukan investigasi internal atas kejadian dimaksud. Hasilnya, ditemukan bukti bahwa pelaku kejahatan cyber melakukan intrusi ke dalam sistem BRI Life Syariah, yang merupakan stand alone system dan terpisah dari core system BRI Life.

“Pada sistem tersebut terdapat tidak lebih dari 25 ribu pemegang polis syariah individu, dimana data tersebut tidak berkaitan dengan data BRI Life maupun BRI Group lainnya,” ujar Ade pada, Kamis (29/7/2021).

Kemudian, Ade pun memastikan kejadian ini tidak memberikan dampak kepada data nasabah BRI maupun BRI Group lainnya.

“Tidak ada Lateral Action terhadap portofolio yang lain, karena sistem ini stand alone,” tegasnya.

Di sisi lain, ia turut menginformasikan jika link awal di forum jual beli data nasabah BRI Life yang sempat viral pada sosial media sudah tidak dapat ditemukan lagi.

Sebagai bagian dari komitmen untuk melindungi nasabah, BRI Life disebutnya telah melakukan respon terhadap insiden ini dan melakukan tindakan cepat dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Dalam hal ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Untuk kepentingan penegakan hukum, BRI Life berkoordinasi dengan Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri dan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN),” jelasnya.

Dengan temuan ini, Ade lantas menjamin keamanan polis nasabah BRI Life, dan memastikan data pemegang polis tidak berubah dengan data awal yang ada di sistem.

Selanjutnya, BRI Life akan berkoordinasi dengan pemegang polis syariah untuk memastikan layanan kepada pemegang polis tetap dapat dilakukan sesuai dengan manfaat polisnya.

“Apabila pemegang polis membutuhkan penjelasan lebih lanjut atau membutuhkan bantuan, dapat segera menghubungi layanan resmi kami melalui Call Center di Nomor 1500087, WhatsApp Corporate 0811-935-0087 atau email cs@brilife.co.id,” tuturnya.

Diketahui, dugaan kebocoran data nasabah BRI Life mencuat ketika seorang pengguna RaidForums mengaku menjua 460 ribu dokumen yang dikumpulkan dari 2 juta nasabah BRI Life seharga 7.000 Dollar Amerika (US$) atau sekitar Rp101 juta (kurs Rp14.485,20).

Informasi bocornya data BRI Life diunggah dalam akun Twitter Alon Gal (@UnderTheBreach) pada Selasa (27/7). Dalam cuitannya, pemilik aku mengatakan perentas memiliki data 2 juta nasabah BRI Life dan 463 ribu dokumen dihargai 7.000 dollar Amerika. (Red)

Tinggalkan komentar