Kelompok Oposisi KODO Memanfaatkan Pandemi Untuk Jatuhkan Presiden

Oleh : PROF. SUMUNAR

JAKARTA — Kalau ada pihak yang memanfaatkan pandemi ini untuk jatuhkan Presiden, itu jelas saya bisa katakan dia masuk Kelompok Orang Doyan Onani ( KODO). Engga usah kita bahas soal bukti pelanggaran konstitusi dan amoral Jokowi yang memang tidak ada.

Mari kita bahas dari sisi logika politik yang pasti berujung kepada logika uang. Mana ada orang mau berkuasa kalau tidak ada endorsed dari pemilik sumber daya modal. Selagi negara itu menggunakan sistem mata uang fiat, dia harus tunduk kepada sistem keuangan Global.

Nah sistem keuangan global ini dikuasai oleh segelintir orang saja.Mungkin jumlahnya tidak lebih 2000 orang saja.

Kalau jatuhnya kekuasaan karena mata uang jatuh dan inflasi terju bebas sehingga suku bunga terkerek diatas rasional. Indonesia tidak akan terjadi. Mengapa ? kita salah satu negara yang dapat fasilitas REPO Line.

Jumlahnya engga tanggung tanggung yaitu USD 60 miliar. Kalau di leverage lewat sekuritisasi, jumlah ini bisa jadi underlying terbitkan bond ( atau cetak uang ) 20 kali atau USD 1,2 trilion atau Rp 20.000 triliun. Gimana bisa ekonomi Chaos seperti tahun 1998. Turun naik kurs pemerintah dan BI yang pegang kendali.

Kalau jatuhnya negara karena kehilangan sumber daya keuangan seperti Venezuela, itu tidak akan terjadi. Kita salah satu negara yang dapat akses ke pasar uang global 144A yang sangat likuid.

Ingat gimana PT. Inalum dapatkan uang untuk divestasi saham Freeport. USD 5 miliar gampang aja. Seminggu terkumpul uang. Engga ada collateral atau jaminan negara. Keseimbangan valas dan rupiah setiap waktu bisa dilakukan pemerintah lewat penerbitan Global Bond 144A. Jadi selalu terjaga keseimbangan moneter dan fiskal kita.

Tidak ada negara yang bisa dijatuhkan kalau negara itu full control mata uang dan moneter. Kalau ada oposisi mau jatuhkan secara non konstitusi maka mereka juga tahu akan kena blacklist dari elite financial global yang menguasai pasar repo line dan 144A.

Dalam situasi likuiditas dan mata uang tergantung elite global, tidak ada penguasa bisa bertahan lebih dari 1 bulan kalau sampai di blacklist oleh elite financial global.

Siapa elite financial global itu ? bukan AS , bukan China tapi elite global yang mengontrol 90% perputaran asset global. Indonesia menjadi bagian dari kekuatan elite financial global, karena Indonesia bisa menerapkan demokrasi dengan baik, yang berbasis kepada ekonomi dalam sistem negara kesejahteraan.

Indonesia bukan Suriah atau Arab atau Afganistan yang mudah diobok obok. Indonesia disamping punya SDA besar juga posisi strategis yang merupakan lalulintas 2/3 pelayaran komersial dunia dan menjadi penyeimbang dua kekuatan besar yaitu Barat dan Timur.

Oposisi itu KODO

Mengapa saya katakan Onani? karena terlalu tinggi ngayalnya sementara kemampuan cuma gedein kolor doang dan kantong juga bokek. Ngomong gede rahi juga gede. Engga ada malunya. Tapi sekedar lucu lucuan sih boleh aja. Engga usah ditanggapi serius amat. 

  1. Penerapan PPKM Darurat yang dimulai tanggal 3 Juli 2021, adalah kebijakan yang tidak bisa kita hindari, yang harus diambil pemerintah meskipun sangat berat.
    • Ini dilakukan untuk menurunkan penularan Covid-19, dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di Rumah Sakit,
    • Sehinga tidak membuat lumpuhnya Rumah Sakitkit lantaran over kapasitas pasien Covid-19, serta agar layanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya tidak terganggu dan terancam nyawanya.
    • Namun alhamdulillah, kita bersyukur, setelah dilaksanakan PPKM Darurat, terlihat dari data, penambahan kasus dan kepenuhan bed rumah sakit mengalami penurunan.
  2. Saat ini, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan pelaksanaan PPKM sampai tanggal 25 Juli 2021
    • Namun kita selalu memantau, memahami dinamika di lapangan, dan mendengar suara-suara masyarakat terdampak PPKM…
    • Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap.
    • Pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50%.
    • Pasar tradisional, selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50%, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat yang pengaturannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah;
    • Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis, diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah.
    • Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit.
    • Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan, akan dijelaskan terpisah.
  3. Saya minta kita semua bisa bekerjasama dan bahu membahu untuk melaksanakan PPKM ini, dengan harapan kasus akan segera turun dan tekanan kepada rumah sakit juga menurun.
    • Untuk itu, kita semua harus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan,
    • Melakukan isolasi terhadap yang bergejala dan memberikan pengobatan sedini mungkin.
    • Pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk OTG dan gejala ringan yang direncanakan sejumlah 2 juta paket.
  4. Lalu bagaimana dengan bantuan untuk masyarakat yang terdampak? Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak, Pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp55,21 Triliun, berupa:
    • bantuan tunai,
    • bantuan sembako,
    • bantuan kuota internet dan
    • subsidi listri
  5. Pemerintah juga memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar sebesar Rp1,2 juta untuk sekitar 1 juta Usaha Mikro.
    • Saya sudah memerintahkan kepada para Menteri terkait untuk segera menyalurkan bansos tersebut kepada warga masyarakat yang berha
    • k.Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen bangsa, untuk bersatu padu melawan Covid-19 ini.
    • Dengan usaha keras kita bersama, Insya Allah kita bisa segera terbebas dari Covid-19,
    • Dan kegiatan sosial dan kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali normal. (Red)

Tinggalkan komentar