JAKARTA — Pengamat politik Muslim Arbi menilai Presiden Jokowi telah menipu publik karena tetap mempertahankan Mendikbud Ristek tersebut di kabinet.
Itu terkait dengan desakan dari sejumlah ormas, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah meminta Nadiem Makarim dicopot sebagai Mendikbud.
Akan tetapi, Presiden Jokowi masih mempertahankan pendiri perusahaan startup Gojek itu.
“Banyak desak agar Nadiem diganti, tapi tetap dipertahankan. NU dan Muhammadiyah usulkan agar Mendikbud diganti,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (30/4/2021).
Baca Juga: Fakta Penting Tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala-402
Sehingga, kata Muslim, Jokowi lagi-lagi dianggap tidak mau mendengar suara rakyatnya yang menginginkan reshuffle besaran dan bukan sekadar pelantikan.
Padahal, lanjut Muslim, masih banyak menteri yang juga harus diganti.
“Soal ini Jokowi dianggap tidak mau dengar suara rakyat,” ucapnya.
Menurutnya, banyak kinerja Menteri-menterinya Presiden Jokowi yang layak untuk dicopot.
“Banyak kinerja menteri yang nggak jelas. Dan sejumlah kalangan minta Jokowi ganti menteri-menteri yang direkomendasikan itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4/2021).
Keputusan tentang pengangkatan Nadiem sebagai menteri tertuang dalam Keptusan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.
Itu tentang Pembentukan dan Pengupahan Kementerian serta Pengangkatan Beberapa Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.
“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucapnya.
“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” lanjut bunyi sumpah jabatan Nadiem di hadapan Presiden Jokowi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi merupakan peleburan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).
Nadiem semula menjabat sebagai Mendikbud terhitung sejak awal pembentukan Kabinet Indonesia Maju.
Sementara, Menristek semula dijabat oleh Bambang Brodjonegoro.
Pelantikan Nadiem dilakukan bersamaan dengan dilantiknya Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Bahlil diangkat menjadi pejabat setingkat menteri setelah BKPM menjadi lembaga yang setara dengan kementerian.(Red)

