PGI Surati Menag, Keberatan Materi soal Injil Dicatum Dalam Buku Pelajaran Islam

JAKARTA — Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) menyurati Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, terkait buku Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 8 SMP dan 11 SMA terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Tahun 2014, yang menyinggung soal Injil supaya dikaji ulang.

“Sekum PGI telah menyampaikan ke Menteri Agama beserta dengan copy pdf buku-buku tersebut. Oleh Menang, sudah diinstruksikan ke stafnya untuk segera berkoordinasi dengan pihak Kemdikbud untuk mengkaji materi dari buku-buku ini, bila ternyata masih digunakan,” terang Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom dikutip dari laman resmi PGI pada Jumat (26/2/2021).

Gomar berharap pelajaran agama di sekolah lebih mengutamakan pelajaran budi pekerti dan nilai-nilai universal dari pada agama. Pelajaran agama yang dogmatis di ruang publik, lanjut dia, hanya akan menciptakan segregasi, bahkan menciptakan permusuhan.

“Itu sebabnya, pendidikan agama dalam bentuk ajaran atau dogma sebaiknya dilakukan di ruang privat (keluarga dan rumah ibadah) dan tidak di sekolah. Ini menjadi PR-nya Menteri Agama dan Menteri Pendidikan untuk membenahinya,” tegasnya.

Gomar melanjutkan, jika negara menyusun kurikulum pendidikan agama dengan memasukkan dogma, maka menurut PGI negara telah ikut berteologi. Hal ini dinilai absurd.

“Mestinya cukuplah negara mendasarkan diri pada konstitusi dengan tafsir hukumnya dan tidak memasuki ranah teologi yang memiliki ragam mashab atau denominasi,” papar dia.

Kendati menyayangkan terbitnya buku pelajaran PAI yang menyinggung soal Injil tersebut, Gomar meminta publik tidak menanggapi secara berlebihan.

“Ini adalah mata pelajaran agama Islam. Dan tentu saja isinya adalah pemahaman dan ajaran Islam, termasuk mengenai agama Kristen dan Injil. Lalu bagaimana kita menanggapinya? Ya, tidak perlu ditanggapi. Tugas kita adalah memberikan informasi autentik tentang ajaran Kristen kepada murid-murid Kristen, bukan menggugat isi pengajaran agama yang lain,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun C.I.News, Mungkin, yang meresahkan PGI adalah pembahasan tentang kitab Injil dan Taurat dalam buku pelajaran tersebut. Di dalam sub bab Pentingnya Mengimani Kitab-kitab Allah SWT (hal. 5-10), terdapat penjelasan tentang kitab-kitab yang wajib diyakini keberadaannya oleh umat Islam, yakni Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran.

screenshot materi buku pelajaran agama kelas XI.

Salah satu bagian penjelasan buku tersebut berbunyi,

Hanya saja Injil pun senasib dengan Taurat , yakni sudah mengalami perubahan dan penggantian yang dilakukan oleh tangan manusia. Kitab Injil yang sekarang memuat tulisan dan catatan perihal kehidupan atau sejarah hidupnya Nabi Isa as. Kitab ini ditulis menurut versi penulisnya, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yahya (Yohanes). Mereka adalah bukan dari orang-orang yang dekat dengan masa hidupnya Nabi Isa as. Sejarah mencatat sebenarnya masih ada lagi Kitab Injil versi Barnabas. Isi dari Injil Barnabas ini sangat berbeda dengan isi Kitab Injil empat macam yang tersebut di atas.

Sementara pada kolom aktivitas, siswa diminta mencari keberadaan kitab-kitab selain Al-Quran melalui literatur Islam atau yang lainnya dan membandingkan isinya dengan isi Al Quran.(Red)

Tinggalkan komentar