JAKARTA — Untuk mendukung program Lumbung Ikan Nasional (LIN), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan setidaknya kan berdiri sebanyak 55 industri pengolahan ikan dalam rencana pembangunan terpadu.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan bahwa tujuan pembangunan pelabuhan terpadu ini memang untuk mengintegrasikan proses yang ada dari hulu hingga hilir.
“Kemudian 4 industri galangan kapal diharapkan bisa tumbuh di sana. Penyerapan tenaga meliputi 20.000 nelayan atau ABK, 500 petugas pelabuhan perikanan, 2.000 pedagang ikan, 11.000 pekerja industri perikanan,” katanya pada, Minggu (14/2/2021).
Ia mengungkapkan, Bahwa pemerintah terus memantapkan pengembangan program LIN di Maluki Utara antara lain melalui rapat koordinasi lintas sektor bersama kementerian dan lembaga selalu dilakukan guna membahas rencana pembangunan pelabuhan terpadu.
Menurutnya, potensi perikanan tangkap di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) Maluku dinilai sangat banyak.
“Peluang belum dimanfaatkan mencapai 2.315 juta ton pada tahun 2019, maka jika kita memanfaatkan 25 persen saja atau 579 ribu ton maka diperkirakan perputaran ekonomi per hari di sana dapat mencapai Rp31 miliar,” terangnya.
“Angka tersebut masih bersumber dari produksi perikanan tangkap, belum perikanan budidaya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia berharap pembangunan pelabuhan terpadu sebagai infrastuktur dasar program LIN dapat segera dilakukan. bahwa program tersebut akan membangun sumber ekonomi baru di lautan dan daratan Maluku.
Pembangunan pelabuhan sendiri akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan bersama dengan KKP
“Bapak Presiden ingin agar semua processing itu dilakukan di darat, dengan pemahaman bahwa pendapatan negara dan daerah itu dapat dikontrol, menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja baru, dan membangun ekonomi yang ada di darat,” jelas Bahlil.(Red)

