Agama Islam Bukan Agama Keturunan Dan Tidak Di Benarkan Pengkultusan

JAKARTA — Pengamat Politik Dan Dewan Pembina Chakrawala Indo News (C.I.News) Prof.DR. HI.BI.Sumunar SH dalam keterangan tertulis yang di terima C.I.News mengatakan, Islam bukan agama keturunan dan tidak di benarkan pengkultusan keturunan Rosul, Hal itu di buktikan dengan pengangkatan keKhalifahan setelah Rosul bukan ahli waris nya.

Hal itu di katakannya menyikapi terkait kontroversi soal gelar Habib yang jadi suatu keramat di indonesia.

Berikut pernyataannya :

Maaf Izinkan saya Berpendapat

AGAMA ISLAM BUKAN AGAMA KETURUNAN

DIBUKTIKAN
SETELAH ROSUL ALLAH MENINGGAL. PENERUSNYA / KHALIFAHNYA
BUKAN AKHLI WARIS BELIAU TAPI
SAHABAT BELIAU .

Agama Islam ada Pedoman dan panutan ( AlQur’an dan Rosul Allah Nabi Muhammad SAW )
melalui hadis hadis nya

ILMU / FATWA YANG BERTENTANGAN DENGAN ALQUR’AN DAN ALHADIS YANG SHOHE ,
JANGAN DITIRU ,
SESAT .

KHUSUS UNTUK AKHLIWARIS ROSUL ALLAH / KETURUNAN ROSUL ALLAH / HABIB
kita diharuskan :
_ Menghormati _ mendo’akan .
__ Menyangi.
— Untuk saat ini kita harus menguji kebenarannya ( Jangan hanya katanya )

UNTUK FATWA DAN PERBUATANNYA
Harus Diuji kebenaran dan manfaatnya melalui :
_ Alqur’an _ Alhadis yg shohe
__ kesepakatan tempat kita berada .

Kalau Benar menurut
Alqur’an dan hadis yg shohe
serta Sejalan dengan kesepakatan tempat kita berada
SILAHKAN DITIRU DAN DIIKUTI .

KALAU BERTENTANGAN DENGAN ALQUR’AN DAN ALHADIS
YANG SHOHE DAN BERTENTANGAN DENGAN KESEPAKATAN TEMPAT KITA BERADA
Jangan Ditiru dan jangan Diikuti
Tapi Harus disampaikan untuk diluruskan .

MAAF INI HANYA PENDAPAT PRIBADI MOHON SARAN DAN PENDAPATNYA UNTUK PERBAIKAN.

AAMIIN .

( PROF. SUMUNAR )

Cuci piring bekas pesta

Menurutnya, Ketika baliho sudah di turunkan, Eforia imam besar sudah layu, FPI kehilangan pemintanya, disetiap kota FPI menjadi musuh bersama dan para bohir tidak lagi mengucurkan dana.

“Lantas dimana muara para kader dan simpatisanya?, mereka tidak punya keahlian apa apa, dunia kerja tdk bisa menyerapnya, industri 4.0 tidak bisa memanfaatnkanya, ledakan demografi dengan qualitas seperti ini hanya akan menjadi beban bangsa,” katanya pada, Senin (23/11/2020).

Ia memaparkan, Negara, NU, Muhammadyah, Persis, dan civil society lainya harus mulai memikirkan mereka, mendidik sesuai kadarnya dan menyalurkanya pada hal yang produktif. Manusia jenis ini jikapun transmigrasi dengan tanah pembagian 2 Ha tetap tidak akan bisa berguna – ke ahlian utamnya hanya teriak teriak ditengah kerumunan masa.

Ini pekerjaan yang lebih sulit, kata Ketua Badan Pendiri Perkumpulan Tim Relawan Aspirasi Rakyat (PTRARI) itu, dibanding mendaur ulang sampah dibantargebang, salah urus maka ia akan menjadi pamswakarsa jilid dua yang akan merepotkan negara 10 tahun kedepanya.

“Selain dilatih untuk buka UKM, mungkin ada baiknya minta tolong china buka investasi pabrik padat karya, sesuatu yang sangat ditentang mereka, tapi jadi alternatif untuk menolong mereka juga, Wallahua’lam,” pungkasnya.(Ibn)

#Ibnu_

Tinggalkan komentar