Delapan Tahun Negosiasi Akhirnya Kesrpakatan Dagang Terbesar Dunia Ditanda Tangani

JAKARTA — Setelah delapan tahun melakukan negosiasi, Akhirnya kesepakatan dagang terbesar di dunia, yaitu Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) ditandatangani oleh para pemimpin negara dari 10 anggota ASEAN bersama lima negara mitranya yaitu China, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, dan Australia.

RCEP menjadi perjanjian perdagangan terbesar di dunia karena membentuk hampir sepertiga dari populasi dunia, menyumbang 29 persen dari produk domestik bruto global.

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya secara virtual di KTT ke-4 RCEP mengungkapkan, Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) hari ini resmi ditandatangani. Hal itu menjadi bagian sejarah tersendiri bagi Indonesia yang menginisiasi kerja sama tersebut saat bertindak selaku Ketua ASEAN pada 2011 silam.

“Hari ini merupakan hari yang bersejarah. Hari ini kita menandatangani Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP,” ujar pada, Minggu (15/11/2020).

Setelah melalui proses panjang, hampir satu dekade, perundingan kerja sama tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Presiden Jokowi mengatakan, semua negara merasakan bahwa proses perundingan RCEP ini bukanlah sesuatu yang mudah.

Namun, pada akhirnya RCEP tetap dapat diselesaikan berkat komitmen yang kuat terhadap multilateralisme atau kerja sama antarnegara dari negara-negara di kawasan.

“Penandatanganan ini menandai masih kuatnya komitmen kita terhadap multilateralisme,” ujarnya.

Tercapainya perundingan RCEP tersebut juga menandai komitmen negara-negara terhadap prinsip perdagangan multilateral yang terbuka, adil, dan menguntungkan semua pihak. Lebih penting lagi, hal ini memberikan harapan dan optimisme baru bagi pemulihan ekonomi pascapandemi di kawasan.

Dalam KTT tersebut, negara-negara RCEP menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Indonesia selama proses perundingan. Kepala Negara dalam kesempatan tersebut sekaligus menyampaikan ucapan terima kasihnya atas dukungan konstruktif banyak pihak yang terlibat dalam perundingan ini.

“Sebuah kehormatan bagi Indonesia menjadi negara koordinator dalam proses panjang ini. Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas dukungan dan kontribusi konstruktif semua negara tanpa terkecuali dalam proses perundingan ini,” ungkap Presiden Jokowi.

RCEP merupakan simbol komitmen pemimpin negara di kawasan terhadap paradigma win-win solution yang mengutamakan kepentingan bersama. Komitmen atas perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan tersebut akan menjadi bagian penting bagi komitmen kawasan terhadap sentralitas ASEAN di kawasan Indo-Pasifik.

Namun, Presiden Joko Widodo justru menyebut bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama ini hanyalah sebuah permulaan. Setelahnya, negara-negara yang terlibat masih harus berupaya untuk mengimplementasikannya.

“Ini juga membutuhkan komitmen politik pada tingkat tertinggi. Bagi Indonesia, kami masih membuka peluang negara di kawasan untuk bergabung dalam RCEP ini,” ucap Presiden Jokowi.

Pada kesempatan itu Menteri Perdagangan Malaysia Mohamed Azmin Ali mengungkapkan, proses panjang yang tidak mudah dan tidak murah untuk mencapai kesepakan ini.

“Setelah delapan tahun bernegosiasi dengan darah, keringat dan air mata, kami akhirnya sampai pada saat di mana kami akan menyegel Perjanjian RCEP Minggu ini,” kata menjelang KTT pada, Minggu (15/11/2020).

Sementara Perdana Menteri Lee Hsien Loong, yang memimpin delegasi Singapura, pada Minggu memuji penandatanganan RCEP sebagai “tonggak utama” dan mengucapkan selamat kepada 15 negara peserta.

“Kita telah mencapai tonggak penting dalam penandatanganan perjanjian ini hari ini. Kami membutuhkan delapan tahun, 46 pertemuan negosiasi dan 19 pertemuan menteri untuk sampai ke sini,” ujarnya Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

Ke-15 negara RCEP menyetujui persyaratan kesepakatan tahun lalu, menyiapkan jalur untuk menandatangani kesepakatan pada KTT ASEAN ke-37 yang digelar secara virtual.

India menarik diri dari pembicaraan tahun lalu, khawatir penghapusan tarif akan membuka pasarnya terhadap banjir impor yang dapat merugikan produsen lokal. Meski begitu, negara anggota lainnya mengatakan masih terbuka untuk keterlibatan India.

Di akhir KTT, acara kemudian berlanjut dengan upacara penandatanganan RCEP yang disaksikan masing-masing pemimpin ASEAN dan negara mitra yaitu Australia, Selandia Baru, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Setelah penandatanganan, semua negara harus meratifikasi RCEP dalam dua tahun sebelum efektif. KTT ASEAN ke-37 digelar selama empat hari mencakup pertemuan antara para pemimpin Asia Tenggara dan para mitra dari China, Jepang dan Korea Selatan di KTT ASEAN Plus Three, serta KTT Asia Timur dan KTT RCEP.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT ke-4 RCEP dan dalam acara penandatanganan RCEP yaitu Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

#Ibnu_

Tinggalkan komentar