Masyarakat Jangan Saling Cela, MUI Ingatkan Indonesia Adalah Bangsa Yang Berbudaya Dan Beragama

JAKARTA — Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia atau MUI, Anwar Abbas, mengingatkan agar masyarakat menjauhi perbuatan saling mencela. Hal kembali ia ingatkan setelah belakangan ramai adanya saling cela antara artis Nikita Mirzani dengan salah satu pendukung pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

“Tidak hanya (kasus) itu sebelum-sebelumnya juga sangat banyak caci maki dan panggil memanggil di media dengan panggilan-panggilan yang tidak enak didengar oleh hati dan kuping kita masing-masing,” katanya pada, Sabtu (14/11/2020).

Ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang beragama dan berbudaya. Oleh karena itu jati dirinya sebagai bangsa harus dibangun dengan menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai dari ajaran agama dan budaya.

Hal itu, kata Abbas, dapat dilakukan dengan menjauhkan segala hal yang tidak sesuai dengan kedua sumber nilai itu.

“Yang sangat memprihatinkan kita akhir-akhir ini yaitu perbuatan cela mencela, hina menghina dan panggil memanggil dengan panggilan yang tidak disukai oleh yang dipanggil dan atau oleh orang lain,” kata Abbas.

Ia meminta masyarakat untuk mulai berusaha mengembangkan sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Hal tersebut ia yakini akan dapat membuat bangsa ini menjadi bangsa yang kuat dan bersatu serta lebih produktif, bahagia, dan maju.

“Bila hal ini (saling cela) kita biarkan terus berlangsung maka negeri ini tak mustahil bisa remuk dan kita tak mau hal itu terjadi,” tandasnya.

Aksi saling mulanya terjadi saat Nikita Mirzani menyebut Habib Rizieq Shihab sebagai tukang obat, pasca kepulangannya ke Indonesia. Tak butuh waktu lama, salah seorang pendukung Rizieq Shihab yang bernama Maaher langsung mengeluarkan kecaman atas video tersebut dan mencela Nikita. Maaher kemudian mengatakan pihaknya akan menurunkan 800 orang untuk menggeruduk rumah Nikita Mirzani.

#Ibnu_

Tinggalkan komentar