JAKARTA – Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo mengatakan, pemeriksaan terhadap Kepala Sub Bagian Sarana Prasarana (Kasubag Sarpras), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH pada Senin 2 November 2020 kemarin, Dilakukan berkaitan dengan posisinya yang menyiapkan jasa pemeliharaan dan kebersihan di Kejagung.
“Terkait paket pekerjaan jasa pemeliharaan kebersihan (cleaning service) gedung, taman dan halaman kantor Kejagung RI tahun 2020,” katanya pada, Selasa (03/11/2020).
“Dimulai dengan memperhatikan protokol kesehatan dan dilakukan rapid gen test. Kepada tersangka penyidik melayangkan 110 pertanyaan,” tuturnya.
Kendati demikian, Terhadap NH sendiri tidak dilakukan penahanan dengan alasan, tersangka kooperatif saat menjalani proses penyidikan dan pemeriksaan.
“Juga ada jaminan dari keluarga, penasehat hukum dan, jaminan dari atasan tersangka sebagai ASN di Kejagung,” pungkasnya.
Sementara itu, tujuh tersangka lainnya dalam kasus ini juga telah diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri pada 27 Oktober 2020 lalu. Usai menjalani pemeriksaan, mereka juga tidak dilakukan penahanan dengan alasan kooperatif.
Adapun tujuh orang tersangka yang diperiksa, lima kuli bangunan masing-masing berinisial T, H, S, K dan IS. Mandor berinsial UAM. Direktur Utama PT APM berinisial R.
Seerti diketahui, hasil penyidikan Bareskrim Polri soal kebakaran Gedung Kejaksaan Agung adalah adanya kealpaan dari delapan orang tersangka tersebut.
Open Flame atau nyala api terbuka yang menyebabkan kebakaran di Gedung Kejagung diduga kuat akibat adanya bara api dari rokok kuli bangunan tersebut. Padahal, lantai 6 gedung itu tidak diperbolehkan merokok.
Atas perbuatannya, seluruh tersangka pun disangka melanggar Pasal 188 KUHP tentang kealpaan Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun.
#Ibnu_

