Hari Ini BPPT Tandatangani MOU Dengan PT Garam Persero Di Gersik

GERSIK — Siang tadi, Kepala BPPT Hamam Riza didampingi Deputi TIEM BPPT bersama Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan dan penandatanganan MoU bersama PT Garam Persero di Gresik, Jawa Timur dalam rangka peningkatan garam lokal menjadi garam industri (03/11/2020).

BPPT & PT Garam Persero membangun pilot plant pengolahan garam dgn kapasitas 40.000 ton/tahun. Meningkatkan kualitas garam lokal, dari kadar NaCl 89% hingga 97% sesuai dengan SNI garam aneka pangan, dan mencapai kemurnian produk hingga 99,5% mendekati garam farmasi.

Berdasarkan neraca garam tahun 2020 mencapai 2,9 juta ton, saat ini garam konsumsi sekitar 2 juta ton/tahun telah terpenuhi dengan produksi dalam negeri. Sedangkan garam industri masih 100% impor

BPPT menyiapkan konsep dengan memanfaatkan rejected brine PLTU. Diharapkan dengan berdirinya pabrik garam PLTU dapat mempercepat produksi untuk menghasilkan brine atau larutan garam industri yang dapat langsung digunakan oleh industri CAP (Chlor Alkali Plant).

Dalam keswmpatan itu Direktur utama PT Garam Persero Ahmad Didi Ardianto mengatakan siap mendukung penuh upaya riset flagship nasional bersama BPPT agar garam bisa berdaulat di Indonesia, PT Garam siap berkontribusi dan mendukung program pembangunan nasional,

“Dengan diadakannya kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani garam & mencapai kemandirian bangsa dalam swasembada garam. Sesuai rencana pembangunan industri garam nasional, akan dibagun pabrik garam mulai dari Aceh, Jawa, Madura, Sulawesi, NTB, & NTT”,pungkasnya.

#Ibnu_

Tinggalkan komentar