Pemprov NTT Bantah Keras Telah Aniaya Masyarakat Besipae

NUSA TENGGARA TIMUR – Pelaksana Tugas (Plt) Badan Aset Pemprov NTT, Willy Rohimoni mengatakan, Pemprov NTT membantah keras telah menganiaya masyarakat Besipae.

Hal itu di ungkapkan terkait Viral video soal kericuhan di tanah sengketa di di lahan Pebabu Besiapae, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam video amatir ini terekam bentrokan antara petugas Sapol PP dengan warga Pubabu, Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Terlihat sejumlah ibu dan anak-anak yang ditendang dan dibanting hingga jatuh pingsan.

Baca Juga : Di HUT Kemerdekaan RI Rumah Warga Adat Besipae Dirusak Dan Mereka Diintimidasi Aparat

“Kronologi kejadian, masyarakat justru yang menyerang petugas gabungan dari Satpol PP Pemprov NTT dan kepolisian. Akibatnya, salah satu staf Pemprov NTT mengalami memar di kepala. Kasus pemukulan ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian,” kata Willy saat di konfirmasi pada, Kamis (15/10/2020).

Baca Juga : YLBHI Minta Hentikan Perampasan Tanah Adat Basipae

Sebagaimana diketahui, lahan seluas 3.700 hektare di Pubabu Besiape sedang dalam sengketa. Lahan itu semula merupakan milik suku Besipae yang diserahkan kepada pemerintah dan digunakan untuk kerja sama dengan Australia sebagai tempat peternakan sapi. Namun lahan itu sempat dibiarkan sehingga warga kembali menggunakannya.

Baca Juga : Viral Video Aparat Aniaya Ibu dan Anak-anak Masyarakat Adat Basipae NTT

Saat ini Pemprov NTT telah merelokasi sejumlah warga agar lahan tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu kawasan petumbuhan ekonomi baru di NTT.

#Ibnu_

Tinggalkan komentar