JAKARTA_ C.I.New’s — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Sekolah Partai gelombang pertama yang dibuka oleh Megawati Soekarnoputri pada Jumat (21/8/2020). Ke 129 Calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) mulai masuk mengikuti materi pelajaran. Para peserta sekolah partai ini pun akan dimonitor kedisiplinannya selama lima hari mengikuti sekolah partai.
Digembleng dengan materi yang bernuansa Pancasila, kebangsaan, politik, strategi pemenangan dan sejarah Indonesia.
“Tadi sudah dilakukan pengecekan secara acak, dan semuanya menyatakan disiplin, siap mengikuti Sekolah Partai lima hari berturut-turut,” ujar Hasto saat acara pembukaan.
Sekolah partai sendiri terpaksa digelar secara virtual dan lima hari secara beruntun. Meskipun dilaksanakan secara daring, tetapi kedisiplinan itu tetap bersifat mutlak.
Hasto pun sudah melaporkan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait kesiapan Sekolah Partai. Semua cakada sudah menyepakati kesiapannya dengan kontrak sekaligus tata tertib Sekolah Partai.
“Mereka siap juga untuk menerima sanksi organisasi apabila tidak mengikuti Sekolah Partai ini dengan sebaik-baiknya. Jadi semua sudah menyatakan siap. Karena ini tradisi kita dalam menjalankan informasi,” jelas Hasto.
Bagi Hasto, proses kaderisasi PDI Perjuangan sudah semakin baik, terhitung sejak berakhirnya era Orde Baru atau reformasi 1998.
“Saya masih ingat pada 2002, kaderisasi pertama baru dilaksanakan. Saat itu, Ibu Ketua Umum mengingatkan agar semua kader membangun kesadaran ideologi, kesadaran politik, kesadaran organisasi, kesadaran lingkungan, kesadaran untuk menyelesaikan masalah rakyat,” jelas Hasto.
Dalam daftar nama peserta sekolah partai itu, ada Calon Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono, hingga Calon Bupati Boven Digoel Martinus Wagi.
#Ibnu_

