
JAKARTA_ C.I.New’s — Koordinator Relawan Jokowi-Maruf Bersatu Jaga Jokowi (RBJJ), Aidil Fitri mengatakan, RBJJ mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mereshuffle Menteri BUMN Erick Thohir. Mereka menilai Erick Thohir kerap mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang membuat gaduh. Kegaduhan yang dilakukan oleh Erick Thohir antara lain membiarkan rangkap jabatan direksi BUMN.
Saat jumpa pers, RBJJ mengklaim ada sekitar 50 organisasi relawan Jokowi lainnya yang ikut menyuarakan agar Kepala Negara segera melakukan reshuffle kabinet. Antara lain, Foreder, PIB, GRI, Srikandi WLJ, Parasut, Gemar Jokowi hingga Kecebong NKRI
“Kami RJBB meminta agar presiden segera melakukan reshuffle terhadap Menteri BUMN Erick Thohir dikarenakan kegaduhan,” tegas Aidil saat jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa (11/8/2020).
Selain itu, RJBB geram karena pernyataan Erick yang ogah menjadi relawan uji coba vaksin virus corona baru (Covid-19).
“Kemudian kami lihat ada pertentangan soal data hutang kementerian, penempatan TNI-Polri aktif, kemudian rangkap jabatan direksi dan komisaris BUMN hingga logo baru BUMN semua hanya menimbulkan gaduh,” bebernya.
Relawan Bersatu Jaga Jokowi (RBJJ) mendorong perombakan atau reshuffle kabinet dilakukan. Kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akibat tidak puas dengan kinerja menterinya dinilai percuma tanpa adanya perubahan komposisi kabinet.
“Pak Jokowi marah sudah empat kali. Jadi kita minta beliau bersikap tegas aja, kalau mau reshuffle ya reshuffle,” ujar Koordinator RBJJ, Aidil Fitri.
Dia mengatakan, relawan melihat tidak semua pembantu presiden terutama di bidang ekonomi mampu memberikan yang terbaik dan menunjukkan kinerja yang diharapkan. Bahkan, lanjut dia, ada yang jelas justru memperburuk situasi.
Dia melanjutkan, dari BUMN induk, anak dan cucu total 1.200 BUMN dengan tidak kurang 7.200 direksi dan komisaris. Dia membeberkan ada BUMN pertanian, perkebunan, pangan, gula, persenjataan, transportasi, perbankan, pariwisata, industri, kereta api, produksi garam hingga kondom.
Dia menambahkan, dalam situasi krisis ekonomi seperti sekarang, ketika pertumbuhan ekonomi anjlok menjadi minus 5,32 menjadi bukti BUMN ternyata tidak mampu menjadi benteng ekonomi yang kuat. “Di sisi lain, kenyataan yang kita dalam dua bulan terakhir ini, BUMN justru menjadi kementerian paling gaduh,” imbuhnya.
Viralnya pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir terkait keengganannya menjadi relawan uji coba vaksin, dinilai hanya satu dari sederet blunder dan gaduh yang terjadi dua bulan terakhir ini.
“Hal ini yang kami lihat terjadi di Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Dengan aset Rp8.000 Triliun seharusnya BUMN menjadi penopang utama dan faktor penting untuk bisa ikut memutar roda perekonomian negara,” ungkapnya.
Lebih jauh daripada itu, Aidil meyakini apabila Presiden Jokowi tidak segera mengganti Erick Thohir dalam waktu dekat maka pemulihan ekonomi menuju kuartal III tidak akan berjalan baik.
“Kami relawan yakin bahwa reshuffle adalah solusi terbaik hari ini,” tandasnya.
#Ibnu_

