JAKARTA_C.I.New’s — Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra bercerita, Bahwa maskapai mengalami penurunan pendapatan tajam pada Mei lalu lantaran okupansi penumpang garuda tinggal 10 persen.. Irfan belum memprediksi total pendapatan dari sisi penumpang sampai akhir tahun nanti. Namun, saat ditemui di kantornya pada Rabu, 29 Juli 2020.
Saat ini, maskapai masih mengandalkan pendapatan dari penerbangan logistik dan repatriasi. Sedangkan pergerakan penumpang hingga akhir Juli baru meningkat 2-3 persen.
Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2020, manajemen Garuda Indonesia menyampaikan total pendapatan usaha perseroan sebesar US$ 917,28 juta. Nilai itu anjlok 58,18 persen year on year dari sebelumnya yang mencapai US$ 2,19 miliar.
PT Garuda Indonesia (Persero) mengalami kerugian hingga Rp 10,19 triliun pada semester pertama tahun 2020. Hal itu akibat dari padnemi covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia. Ia berharap maskapai penerbangan negara itu bisa pulih demi menutup kerugian yang terjadi saat ini.
“Sehingga meningkatkan pendapatan kami,” katanya, Jumat (31/7) kemarin.
#Ibnu_

