Dari Data Kemenkes Ada 18 Kementerian Dan BUMN Terpapar COVID-19

JAKARTA_ C.I.New’s – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menyarankan sejumlah langkah untuk mengatasi tingginya angka penularan Covid-19 di kantor pemerintahan. Salah satunya dengan melakukan kebijakan bekerja dari rumah ( WFH) untuk sementara waktu.

“Jika ditemukan ada pegawai yang positif maka kantor harus WFH sementara,” kata Tjahjo ketika dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (28/7/2020).

Selain itu, dia juga menyarankan agar memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dijadikan bagian dari disiplin pegawai.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Dwi Oktavia mengatakan, Jumlah kasus positif Covid-19 klaster perkantoran bisa berubah seiring dilakukannya contact tracing dan pemeriksaan Covid-19.

Menurut data Kemenkes, Ada 18 kantor kementerian dan kantor badan usaha milik negara (BUMN) yang terpapar COVID-19. Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah mencatat ada 440 karyawan yang tersebar Covid-19 di 68 perkantoran di Jakarta, termasuk kementerian dan BUMN di atas.

Kementerian Keuangan mencatat jumlah terbanyak pegawai yang terpapar Covid-19, yakni 25 kasus. Sementara di kantor BUMN, kantor PT Antam Tbk mencatat kasus terbanyak, yakni 68 kasus.

Lengkapnya adalah sebagai berikut:

Kementerian Keuangan 25 kasus, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: 22 kasus, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf): 15 kasus, Kementerian Kesehatan: 10 kasus Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora): 10 kasus, Kementerian ESDM: 9 kasus, Litbangkes: 8 kasus,

Kementerian Pertanian: 6 kasus, Kementerian Perhubungan: 6 kasus

Kementerian Kelautan dan Perikanan: 6 kasus, Kementerian Luar Negeri: 3 kasus,Kementerian PAN-RB: 3 kasus, Kementerian Komunikasi dan Informatika: 3 kasus, Kementerian Pertahanan: 2 kasus

Kementerian Hukum dan HAM: 1 kasus,

Kemenristek: 1 kasus,

Kementerian Lingkungan Hidup: 1 kasus,

Kementerian PPAPP: 1 kasus

Sementara untuk BUMN adalah: PT Antam Tbk: 68 kasus,Kimia Farma pusat: 20 kasus, PLN: 7 kasus,

BRI: 5 kasus, Pertamina: 3 kasus, Mandiri Sekuritas: 1 kasus.

#Ibnu_

Tinggalkan komentar