Menteri KKP Tegaskan Kalau Nggak Pakai ABK Indonesia Enggak Usah Bisnis Ikan Di Indonesia

JAKARTA_ C.I.New’sMenteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan tidak mengizinkan orang asing berbisnis ikan di wilayah laut Republik Indonesia jika para pengusaha itu masih ingin memakai 25 persen Anak Buah Kapal (ABK)-nya berasal dari luar negeri. Para pengusaha jangan gampang menilai pelaut Indonesia belum mumpuni.

Edhy menjelaskan dia menjalankan amanat undang-undang agar tenaga kerja kita bisa bekerja dinegerinya sendiri dengan kesejahteraan yang baik dan layak. Edhy pun menilai bahwa masih banyak SDM Indonesia yang mampu mengoperasikan kapal dibandingkan harus menggunakan tenaga kerja asing.

“Bagaimana saya mau bilang, 25 tahun kemudian setelah saya jadi menteri masih ada pula anggapan seperti itu. Saya bilang paksakan (pakai tenaga kerja Indonesia). Kalau enggak ( ABK RI), enggak usah bisnis ikan di Indonesia,” ujar Edhy dalam laman instagramnya, Sabtu (18/7).

Menteri Edhy yakin, masyarakat Indonesia bisa dan sangat mampu bekerja di industri sektor perikanan. Menurutnya, masyarakat harus diajari untuk mengoperasikan kapal dan karena secara prinsip ilmu mengoperasikan kapal tidaklah sulit.

“Saya sangat yakin orang Indonesia banyak yang bisa melakukan penangkapan, termasuk fishing master, nahkoda, semua jenis kapal orang Indonesia bisa. SDM harus dipaksa kalau tidak bisa kita didik dengan maksimal.

Melalui adanya sistem kuota dan dengan pengaturan, ini bisa kita kontrol,” lanjut Edhy. Kendati tak mengizinkan orang asing menangkap ikan di laut Indonesia, Edhy masih mengizinkan pihak asing berbisnis di industri perikanan. Sebab, Indonesia masih membutuhkan investasi dari pihak asing.

“Dalam industri perikanan kita kasih kesempatan, karena investasi juga penting. Alhamdulillah, ini semua sudah berjalan. Dari semua strategi yang kita lakukan, banyak yang hebat, tapi satu kuncinya adalah komunikasi yang baik, antara lembaga, daerah, dan pemerintah pusat,” tegas Edhy.

Tinggalkan komentar