Pemerintah Harus Waspadai Rencana Australia Meningkatkan Kekuatan Militer

JAKARTA_C.I.New’sRencananya, Australia akan mengalokasikan anggaran pertahanan sebesar 270 miliar dolar Australia atau Rp 2,69 triliun. Dengan anggaran sebesar itu, kekuatan militer Indonesia akan tertinggal jauh jika tidak berbenah.

Yang harus diantisipasi oleh pemerintah saat ini adalah, pemerintah Australia ingin meningkatkan kekautan militernya. Bahkan pembangunan kekautan militer itu bukan hanya dalam satu tahun, tetapi dalam waktu 10 tahun ke depan. Hal itu tentu akan mengancam posisi Indonesia, yang secara geografis berdekatan dengan Australia.

Faktor lain yang harus diwaspadai oleh Indonesia adalah hubungan Australia dengan Amerika Serikat. Australia disebut sebagai salah satu negara yang dibina langsung oleh AS.

Apalagi saat ini, hubungan antara AS dengan China sedang tak akur. As pasti akan terus membantu Australia dengan meningkatkan pelatihan demi mendulang dukungan jika berseteru secara terbuka dengan China.

Langkah strategis Australia itu harus diperhitungkan benar-benar oleh Indonesia. Karena kalau Indonesia lengah, tidak menutup kemungkinan Australia akan menjadi ancaman keamanan baru bagi Indonesia.

Lantas bagaimana perbandingan kekuatan militer Australia dengan Indonesia saat ini?

Saat ini kekuatan militer atau sistem Pertahanan dan Keamanan Australia masih berada di bawah Indonesia. Meski demikian, Indonesia tak boleh lengah dengan kondisi tersebut.

Menurut data Global Fire Power 2020, kekuatan militer atau sistem pertahanan Indonesia masih unggul dari Australia. Saat ini ranking sistem pertahanan dan keamanan Indonesia berada di atas Australia dengan menduduki peringkat ke-16 dari 138 negara di dunia, dan Australia menduduki peringkat ke-19.

Peringkat yang jaraknya hanya 3 poin membuat Indonesia harus ekstra waspada. Sebab, Australia siap menggelontorkan anggaran besar hanya untuk sistem pertahanan.

#Ibnu_

Tinggalkan komentar