Pernyataan Cina Soal TKA Dianggap Menghina Pekerja Indonesia

JAKARTA_C.I.New’s — Reaksi dari Kedutaan Besar China di Jakarta. Konselor Bidang Ekonomi dan Bisnis Kedubes China untuk Wang Liping yang menyatakan kedatangan Kedatangan sekitar 500 pekerja asal Cina memang dibutuhkan.

Tapi ada pernyataan Wang yang memanaskan kuping orang Indonesia. Antara lain dia menyatakan, pekerja asing yang datang dari China adalah pekerja terampil, sementara pekerja lokal kebanyakan pekerja biasa. Pernyataan itu dinilai menghina pekerja Indonesia.

Wang menjelaskan, di lapangan, pekerja China kebanyakan merupakan pekerja dengan kompetensi tinggi makanya mendapatkan gaji besar. Sementara pekerja lokal, cuma pekerja biasa. “Pekerja China kebanyakan merupakan pekerja terampil dan manajemen teknis, sementara pekerja lokal kebanyakan kurang terampil dan cuma pekerja biasa, maka gaji pekerja China lebih tinggi,” kata Wang.

Anggota Komisi I DPR Fadli Zon menganggap pernyataan Kedubes China telah merendahkan pekerja Indonesia. “Tak pakai diplomasi, suara dari Kedubes RRC ini sangat merendahkan pekerja Indonesia,” kata Fadli di Twitter-nya @fadlizon dikutip, Kamis (25/6).

Tidak hanya Fadli Zon, ekonom senior Rizal Ramli juga menyesalkan pernyataan Kedubes China tersebut. “Pernyataan ini tidak sepenuhnya benar dan agak kurang ajar dari seorang Dubes. Kok segitu beraninya?” twit Rizal di akun Twitter @RamliRizal, dikutip pada Kamis (25/6).

Konselor Bidang Ekonomi dan Bisnis Kedubes China untuk RI, Wang Liping menjelaskan mengapa gaji tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia dinilai lebih besar dibanding tenaga kerja lokal. Menurut Wang, sebetulnya perusahaan China menggaji karyawannya sesuai dengan kompetensi pekerja itu sendiri, dilihat dari kontribusi dan produktivitasnya juga. Dia menegaskan dalam menentukan upah, perusahaan China di Indonesia tidak melihat latar belakang kebangsaan.

#Ibnu_

Tinggalkan komentar