NEW YORK_C.I.New’s — Pidato seorang pendeta asal Indonesia, Oscar Suryadi, dalam sebuah demonstrasi antirasialisme di Amerika Serikat (AS). Dikecam keras oleh Imam di Islamic Center of New York, Imam Shamsi Ali.
Lewat serangkaian kicauannya di akun twitter pribadinya, Imam Syamsi menyayangkan sikap Oscar yang malah membuat Indonesia tercoreng di negara luar.
“Saya mengeritik Oscar karena saya tahu ketika mengatakan: Indonesia tidak toleran, tidak ada kebebasan di Indonesia, itu dimaksudkan sebagai negara Muslim mayoritas. Ujung-ujungnya: Islam/Muslim. Saya muak dengan tuduhan2 itu. Dan terlalu banyak kemunafikan di balik semuanya.” kicaunya di Twitter.
Imam Shamsi Ali yang juga Presiden Nusantara Foundation itu menyebut tuduhan Pendeta Oscar yang mengatakan Indonesia sebagai negara yang tidak toleran yang terkesan menyudutkan umat Islam sangat tidak beralasan.
Pasalnya menurut dia, bukan hanya umat kritiani yang pernah merasakan perlakuan tidak mengenakan di Indonesia.
Dibeberapa tempat kata dia, umat Islam juga kerap menjadi korban intoleransi dan mereka tidak bersuara soal itu.
“Anda semua menggonggong menyebut satu persatu kasus intoleran kepada kaum kristiani. Sesuatu yg saya juga akan lawan. Tapi anda sengaja diam ketika masjid-masjid dibakar di beberapa daerah mayoritas Kristen. Kalau anda tdk munafik harusnya anda mengakui adanya Kasus yg sama.” kicaunya lagi.
“Pasti anda tepuk tangan memuji sikap toleransi saya. Tapi ketika saya mengeritik Oscar, yang konon kabarnya adik dari seorang pengusaha besar di Indonesia, anda semua menggonggong? That’s what hypocrisy is all about! Kemunafikan nyata….” Kicaunya.
Di dalam kicauan lainnya, dia juga mengunggah cuplikan berita terkait pidato Oscar, dengan menuliskan tweet: “Mengaku menyerukan perdamaian dengan memburuk-burukkan Indonesia? Di US diskriminasi kepada warga hitam bersifat sistim. Apakah negara/sistim diskriminatif ke minoritas di Indonesia?”
“Intinya kejujuran, bukan kemunaifkan. Kebenaran dan keadilan, bukan golongan dan pengelompokan. Anda berani membela hak, akui juga hak orang lain. Anda berani membela hak, ketahuilah orang lain juga punya hak Yang sama… Tolerance should by & for all. oleh semua dan untuk semua” tegasnya.
#Ibnu_

