Polemik Gerindra-PKS Kian Panas Tersebut Kasus Korupsi Sapi & Duit Haram

JAKARTA_C.I.New’sPKS yang meminta Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman untuk tidak lebay menyinggung kasus korupsi sapi, malah diserang balik oleh Habiburohkman, Dia meminta PKS tak baper (terbawa perasaan) jika memang tak memakan uang haram dari korupsi daging sapi. Polemik antara Gerindra dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepertinya terus bergulir dan makin memanas.

“Intinya kalau yang nggak ikut makan uang haram korupsi sapi, nggak fitnah Pak Prabowo dan nggak adu domba umat jangan baper bin sensi,” katanya, Rabu (10/6/2020).

Habiburokhman memang menyinggung korupsi sapi yang dilakukan oleh mantan kader PKS ketika ada yang menyebut Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pengkhianat. Namun, sebenarnya saat menyampaikan hal itu, dia tak menyebut nama satu partai pun termasuk PKS.

“Saya nggak pernah sebut partai mana pun. Saya hanya membela diri, ada kelompok yang sistematis fitnah Pak Prabowo dan adu domba umat,” jelas dia.

Namun, karena tak terima dengan tudingan yang dialamatkan kepada PKS, Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Alynudin meresponnya dan meminta Habiburokhman agar tak terlalu berlebihan.

“Jika ada kritik dan ketidakpuasan dari elemen-elemen bekas pendukung, ya sikapi secara wajar saja. Di negara demokrasi seperti Indonesia, perbedaan sikap politik hal yang wajar. Nggak perlu lebay,” kata Suhud, Rabu (10/6).

Ada pun bekas Presiden PKS yang terlibat dalam kasus korupsi daging sapi adalah Luthfi Hasan Ishaaq. Dia telah divonis oleh pengadilan Tipikor setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia lantas menjelaskan bahwa PKS tak memusuhi Prabowo dan keputusannya masuk ke Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma`ruf Amin. “Kami menghormati Pak Prabowo. Kami sudah buktikan totalitas PKS selama kerja sama politik PKS-Gerindra. Kami mengakhiri kerja sama pun dengan baik-baik. Kami menghormati pilihan politik Pak Prabowo pasca-pilpres. Tidak ada masalah,” tutupnya.

#Ibnu.

Tinggalkan komentar