JAKARTA_C.I.New’s — Acara diskusi virtual yang bertemakan `Papuan Lives Matter: Rasisme Hukum di Indonesia`. Dikecam Aliansi Mahasiswa Pro Pancasila (AMP-P) Alasannya menurut Koordinator AMP-P Arnold, diksusi itu mengundang tersangka kasus penyebaran berita bohong dan provokasi soal kerusuhan Papua yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), Veronica Koman.
Dia mendesak kepolisian untuk segera menangkap buronan polisi itu dan penyelenggara acara yang dimoderatori Ketua BEM UI 2020 Fajar Adi Nugroho itu.
“Kegiatan hari ini telah menyita perhatian masyarakat Indonesia. Kami sangat mengecam keras kegiatan yang mengundang buronan Polisi Veronica Koman yang tidak bertanggung jawab dan tidak berani menghadapi kasusnya tersebut. Tangkap provokator kerusuhan Papua Veronica Koman dan dalang penyelenggara yang mengundang narsum kontroversi tersebut” ujarnya dalam jumpa persnya di Cikini Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2020).
Dia menilai BEM UI telah melakukan kesalahan dengan mengundang narasumber yang dianggap sebagai provokator insiden penyerangan asrama mahasiswa Papua di Surabaya hingga berujung kerusuhan meluas sampai Papua dan Papua Barat.
Dia menegaskan, pihaknya tak ingin agenda diskusi kali ini justru dijadikan pintu masuk kembali provokator kerusuhan Papua itu melakukan hasutan agar timbulnya konflik SARA sehingga bangsa menjadi terpecah belah.
“Kami khawatir jika provokator tidak segera ditangkap maka dikhawatirkan akan terjadinya stigma yang negatif terhadap proses penegakan hukum di Indonesia. Kami akan terus mendorong dan mendukung Polri untuk segera menangkap dan mengadili provokator Veronica Koman secepatnya,” ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya menduga ada agenda diskusi dengan menghadirkan Veronica Koman ada titipan dan jangan sampai muncul stigma mereka antek asing yang ingin memecah belah bangsa.
“Tegakkan hukum seadil-adilnya. Pemerintah Australia jangan lindungi DPO kasus kerusuhan Surabaya Veronica Koman. Kami yakin mahasiswa, pemuda dan masyarakat Indonesia mendukung untuk penegakan hukum bagi DPO Veronica Koman,” tutupnya.
#Ibnu.

