Ambang Batas Parlemen Dinaikkan Menjadi 7% Partai Gurem Panik

JAKARTA_C.I.New’sMenghadapi rencana penaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) dari 4% pada Pemilu 2019 menjadi 7% untuk Pemilu 2024, Partai-partai gurem di Indonesia mulai menunjukan kepanikan, Sinyalemen kepanikan muncul dari pertemuan Sekjen Pro-demokrasi yang anggotanya merupakan para sekjen dari partai-partai gurem seperti Hanura, PSI, Perindo, PKPI, PBB dan Berkarya.

Mereka waswas atas penaikan PT menjadi 7% dalam draf rancangan undang-undang (RUU) Pemilu, karena dapat menenggelamkan eksistensi partainya, setidaknya untuk membuka peluang menempatkan wakilnya di parlemen.

Sekjen Hanura Gede Pasek Suardika menilai penaikan PT menjadi 7% telah mengaburkan filosofi paling krusial dari asas keadilan dan persatuan dalam pemilu.”Tampak jelas dipertontonkan bahwa hasrat kekuasaan secara terang benderang mengalahkannya,” kata Pasek, di Jakarta, Minggu (7/6/2020).

Dia meyakini penaikan PT menjadi 7% bakal mengancam kenusantaraan karena demografi Indonesia mayoritasnya padat penduduk. Adanya kenaikan PT mengancam wilayah-wilayah yang tidak padat untuk bisa menempatkan wakilnya.

Karena perhitungan suara sah adalah jumlah orang yang menjadi pemilih diutamakan. Dampaknya di daerah yang tidak padat bisa tidak diwakili oleh wakil yang layak, karena pemilik suara yang lebih banyak justru bisa gugur oleh mereka yang dapat suara sedikit di daerah itu, hanya karena partainya secara nasional digugurkan oleh aturan PT yang tidak masuk akal itu.

Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso menilai adanya potensi hilangnya jumlah suara pemilih mencapai puluhan juta lantaran PT dinaikkan. “Menjadi kegelisahan bersama, tentang besarnya kemungkinan suara pemilih yang hangus.”

Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor menyebut, terbuka kemungkinan untuk memperkarakan UU Pemilu apabila PT dinaikan menjadi 7% seperti yang dilakukan oleh pihaknya tahun 2009, 2014 dan 2019.

Namun begitu, pihaknya berharap adanya kesadaran dari mayoritas partai yang kini memiliki fraksi di DPR untuk mengubah rencana penaikan PT.

Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan menyebut pihaknya bakal berkomunikasi secara intensif dengan partai-partai di DPR yang menolak penaikan PT seperti PAN, PPP dan Demokrat agar setidaknya bisa mematahkan argumen penaikan PT 7% yang didukung partai-partai besar.

#Ibnu.

Tinggalkan komentar